<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788</id><updated>2012-02-16T20:44:01.071+07:00</updated><category term='linglung buana'/><category term='dunia maya'/><category term='seni rupa'/><category term='kerjaan malam'/><category term='ingatan yang hidup'/><category term='review film'/><category term='nggak nyambung'/><title type='text'>When Nature Meets Industry</title><subtitle type='html'>dalam dunia ini sepertinya tidak ada sesuatu yang asal-asalan. Semuanya memiliki sebab dan akibat. Dan sepertinya halaman ini pun bisa berakibat fatal jika terlalu dianggap serius. Semua orang boleh menafsirkan isi blog ini sesuai keinginan mereka. Tapi tidak ada yang boleh memutlakkan isi tafsir tersebut.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-1220364692098523738</id><published>2010-07-02T17:47:00.002+07:00</published><updated>2010-07-02T18:01:29.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>1 Juli 2010</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agnes Monica ulang tahun, tapi bukan itu yang mau gue tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Quickview:&lt;/span&gt; nggak perlu, yang jelas ini bakalan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekedar kata pengantar yang sama sekali nggak ringkas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 6 sore gue memutuskan untuk ke studio (baca: lapak) Roni, temen residensi gue dari ISI. Seperti yang sering kita dengar dari para bhiksu, “Isi adalah kosong, kosong adalah isi”. Tapi Roni tidak beragama Buddha. Itu Trisno yang beragama Buddha, dan herannya dia juga dari ISI, tapi dia juga peserta residensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum cerita berlanjut, mungkin ada yang, walaupun ingin bertanya, tapi merasa hidupnya akan menjadi sia-sia jika harus sampai mengacungkan jari. Kenapa studio dalam tulisan ini harus dibaca lapak? Jawabannya tidak lain tidak bukan adalah karena memang lebih mirip lapak ketimbang studio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tidak seperti yang kalian kira, gue ke studio Roni bukan untuk bicara dengan Roni. Gue ke sana justru karena tidak ada kepentingan apa-apa dengan Roni. Mungkin kalian yang membaca keheranan dengan tingkah laku gue, tapi gue pribadi udah nggak heran lagi dengan kalian yang begitu mudahnya keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di sana ternyata ada Ucok, itu temen dari ISI juga. Jadi kami bertiga di studio yang mirip lapak itu. Iqi a.k.a Chipow, Patriot a.k.a Mukmin a.k.a Majong, Luthfi a.k.a Bala, dan Walid sudah terlebih dahulu berpulang mendahului kami. Dua yang disebut pertama temen seangkatan gue dari ITB, dua sisanya dari IKJ. Jangan tanya gue mereka semua dari studio mana, tanya aja mereka kenapa milih studio itu. Karena dengan cara itu, kalian juga akan mendengarkan curhat mereka tentang dunia seni yang mereka geluti selama ini. Apa gunanya kalian bertanya mereka dari studio mana kalau kalian tidak tahu apa yang mereka kerjakan di studio? Atau jangan-jangan mereka memang tidak pernah bekerja di studio?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak lebih dari semenit gue sampai sana, Ucok menerima telefon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Halo!” katanya. Tapi kata-kata selanjutnya gak gue pedulikan, karena buat apa mengurusi urusan orang lain? Mereka toh sudah dewasa dan sudah bisa memutuskan masa depan mereka sendiri. Buktinya, toh mereka bisa jadi sarjana. Dan dari telefon itulah cerita berkembang, walaupun sama sekali nggak wangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Eh!” Tegur Ucok, “Kau jadi balik sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tar lagi. Napa? Lo mo cabut sekarang juga emangnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya. Aku harus ke Slipi. Males macetnya kalau kemalaman.” Ya, dari namanya kalian pasti tahu gimana cara dia ngomong kata males dan macet. Tapi kalau kalian ekspatriat, mungkin kalian tidak bisa mengimajinasikan apalagi menangkap apa yang saya maksud di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selanjutnya, gue akan melanjutkan kelanjutan cerita berlanjut ini sampai situ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan berlanjut pada kesepakatan kami berangkat bareng setelah Ucok terlebih dahulu kencing di toilet umum yang disediakan gratis di sana. Dan walaupun dialog antara gue dan Ucok terjadi di studio Roni, tapi satu-satunya pembicaraan dengan Roni yang gue inget adalah saat gue mau cabut dan kami saling mengingatkan untuk berhati-hati. Entah apa maksudnya, mungkin sudah tradisi orang Jawa untuk mengatakan hal itu. Itu si Roni kalau tidak salah, berarti benar, dari Jepara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan kaki hingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt; bus Gondola dan menunggu bis gratisan yang melewati jalur arah barat. Bis pergi di saat kami masih sekitar 20 meter dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt;. Tapi bis itu bukanlah satu-satunya di Ancol, seperti juga tidak cuma satu perempuan di dunia ini&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (Hey!)&lt;/span&gt;. Maka kami tetap berjalan dengan langkah yakin. Jelas keyakinan kami tidak bertepuk sebelah tangan, karena setelah berdiri lama akhirnya bis yang lain datang. Kami masuk berebutan dan saling berdesakan. Tapi untung kami kebetulan pria lajang yang belum terikat perempuan manapun, jadi kalau bersenggolan tidak ada yang melarang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hey!!)&lt;/span&gt;. Kalaupun itu bukan muhrimnya tapi toh nggak ada yang protes. Karena bagaimana pun juga, sekedar bersenggolan di bis gratisan yang penuh sesak itu tidaklah bijaksana kalau sampai harus dibilang haram. Memang tak kenal maka tak sayang, tapi bukan berarti harus bermusuhan saat di naik bis berbarengan. Apalagi jika harus sampai pukul-pukulan. Sayangnya pertemanan pun sering pula dijadikan alasan untuk melambaikan tangan karena takut terdampar di tengah jalan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hey!!!)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tantangan selanjutnya, sekumpulan bau amburadul yang entah apa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal tau saja, saat ini masih musim liburan anak sekolah. Herannya kenapa gue dan Ucok yang udah sarjana malah kena imbasnya. Buktinya, turun dari bis gratisan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wara-wiri&lt;/span&gt; itu kami harus bersiap pula menghadapi antrian di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bridge busway shelter&lt;/span&gt;. Waw! Itu istilah baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue kasih Rp 5.500,- ke mbak-mbak penjual karcis. Maksudnya biar dikasih kembalian Rp 2.000,- karena nanti gue naik bis Metro Mini nomer 62 dengan tarif segitu. Biar praktis. Uang kembalian dan karcis gue masukin kantong, dan karcis gue kasih ke petugas setelah gue kencing. Mungkin petugas itu tadinya pemarah, tapi kemudian dengan merobek-robek karcis dia menemukan ketenangan yang selama ini dia cari. Mungkin bagi anda yang pemarah, menjadi petugas penyobek karcis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;busway&lt;/span&gt; bisa menjadi pilihan terapi yang menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue dan Ucok ngobrol sembari menunggu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;busway&lt;/span&gt; yang entah di mana supirnya. Heran, kenapa sebutannya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;busway &lt;/span&gt;padahal di badan bis jelas-jelas tulisannya Transjakarta? Tapi bukan itu yang kami obrolkan. Kami mengobrolkan bagaimana caranya berpameran di Galeri Soemardja. Agak geli juga sebenernya, direktur Galeri Soemardja namanya juga Ucok, dan gue biasa panggil dia Bang Ucok. Nah, kalau kata Bang dihilangkan, dalam konteks pembicaraan ini, yang akan merespon langsung adalah si Ucok temen gue yang dari ISI ini. Agak merepotkan emang. Tapi nggak apa-apa, karena ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;busway &lt;/span&gt;lewat yang kontan disoraki “Huuu!!!” karena dia langsung cabut tanpa mengangkut satu penumpang pun. Hahaha, sialan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, nggak berapa lama setelah si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pseudo-bus&lt;/span&gt; itu lewat, akhirnya datang bis gandeng yang mengangkut hampir setengah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt;. Dalam hati gue cuma bisa bilang “Sialan! Kenapa cuma bawa setengah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt;?” Akibatnya gue harus mengantri di samping cowok sok jangkung tapi gendut dengan bau keringatnya yang aduhai. Tapi biarin, pasang MP3 Homicide yang bising-bising juga sudah cukup membalaskan dendam gue. Nyahaha. Dan si cowok nampak kesal, mungkin karena dia keki tapi gengsi kalau harus sampai memamerkan kekuatannya di depan pacarnya. Tapi kalau dia mau ngajak bertengkar, ya nggak apa-apa. Bukankah bumbu pertengkaran yang baik akan mempererat ikatan pertemanan? Toh gue juga punya otak buat ngelawan ototnya dia, dan nggak mahir karate juga nggak berarti gue nggak bisa kung-fu. Nah, itu dia sudah kalah poin dari gue, karena itulah kami tidak sampai berkelahi. Walaupun dia sempat mendengus beberapa kali saat gue ganti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;track &lt;/span&gt;ke lagu Padi. Mungkin, karena yang di depannya itu bukan pacarnya, melainkan dia masih Menunggu Sebuah Jawaban &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hey!!!!)&lt;/span&gt;. Tapi kalaupun benar gue nggak mau tau urusan orang lain, karena orang lain juga nggak pernah ngurusin gue. Toh gue juga memang dari dulu kurus, nggak seperti dia itu, gendut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sengit bertengkar dalam pikiran kami masing-masing, dengan saling menghina dan melemparkan strategi, kami pun berbaikan. Kami saling meminta maaf dalam pikiran kami sendiri. Kebetulan bis datang, dan si Ucok dengan lekas mendorong gue masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dan hari belum berakhir. Masih ada kemungkinan nggak penting yang bisa saja akan terjadi. Sebut saja, seperti ban busway yang pecah mendadak di daerah Senen misalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan cuma gue kok yang nggak suka orang yang bertele-tele. Banyak juga orang yang ngaku begitu tapi omongannya muter-muter kayak keong &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Hey!!!!!)&lt;/span&gt;. Masalahnya, rumah keong itu mengikuti azas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden section &lt;/span&gt;(atau apalah itu namanya), makanya dia bisa oke. Mungkin orang yang bertele-tele tapi kalo mukanya kaya rumah keong bisa mendatangkan hoki juga. Nah, kalo gue bukan bertele-tele, tapi jelas-jelas ngelantur dan ngawur. Karena kalo nggak gitu cerita ini akan beres hanya dalam 1 paragraf. Coba liat, sejauh ini kalian sudah baca berapa? &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Karena kalau dibaca sampai sejauh ini, ceritanya memang nggak penting, tapi yang penting adalah memaknai sesuatu yang nggak penting hingga menjadi (seolah-olah) penting.&lt;/span&gt; Kalo boleh meminjam istilah yang pernah dilontarkan temen SMA gue dalam judul film pendeknya, Ignaz a.k.a Didz bersama Radian a.k.a Jawa, maka tulisan ini menjadi suatu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cela Cendekia&lt;/span&gt; yang menyenangkan. Setidaknya buat gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, jadi ada satu dialog lucu yang terjadi di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt; Mangga Dua. Itu bis yang sama yang sedang gue naikin yang jadi saksi bisu dialog aneh ini. Bis yang sama yang harus berdesakan satu jam hingga akhirnya mau dinaiki. Dasar kuda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shelter&lt;/span&gt; itu penuh sesak dan sedari sejam yang lalu tidak ada perubahan yang signifikan. Signifikan sih yang datang, tapi yang terangkut dikit. Dan bis berhenti di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt; itu, seperti biasa membuka pintu. Entah formalitas entah apa, pintu langsung ditutup kembali. Ya, jelas-jelas bisnya sudah penuh memang. Mungkin pak supir membuka pintu untuk mempersilakan yang berbaik hati untuk turun di tempat itu dan bergantian dengan penumpang lainnya. Tapi nyatanya tidak. Tapi kalau pakai logika, supir itu agak bodoh juga nampaknya. Kalau saja para tujuan penumpang busway itu cuma &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt; Mangga Dua, buat apa pula mereka ngantri sampai sejam dan berdesak-desakan? Dogol. Mungkin si supir penganut aliran &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;eksistensialis&lt;/span&gt; yang menganggap orang-orang yang ingin diakui dengan cara iseng bin aneh tersebut masih mungkin hidup sampai sekarang, tepatnya &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;di Jakarta&lt;/span&gt; dan sedang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;liburan di Ancol&lt;/span&gt;. Mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini kami udah nunggu dari sejam yang lalu. Ini ada ibu-ibu bawa bayi, kasihan ini!” Itu ada suara seorang bapak yang gue ga liat mukanya karena gue menghadap ke sisi yang membelakangi shelter dan dengan posisi yang sangat tidak mungkin untuk melihat lebih dari 120 derajat dari sudut pandang normal. Seperti yang dia katakan, dia kesal karena harus menunggu kira-kira satu jam dan harus berbuah kekecewaan pahit tidak terangkut. Pasti dia lelah. Apalagi dia terpaksa harus marah-marah dengan situasi yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh iya. Bayinya kasihan tuh.” Kata seorang bapak dari dalam bis, posisinya kira-kira di sebelah kiri depan gue. “Tapi ibunya nggak.” Tandasnya lagi dengan intonasi yang cukup keras. “Bayinya biarin masuk aja!” Lanjutnya untuk menutup persoalan. Dan pintu ditutup, tanpa gue tau si bayi jadi masuk (bersama ibunya) atau nggak. Karena selain bis udah penuh sesak, gue juga nggak bisa nengok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, memang betul, bis yang ini mengalami pecah ban depan kanan di Senen. Hingga harus berhenti 10 meter dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shelter&lt;/span&gt;. Karena saking keheranannya gue dan Ucok ketawa-ketawa dan lalu tos menggunakan tangan kanan, seolah kami penyebab semua masalah ini, padahal jelas-jelas kami korban. Si Ucok bersama puluhan penumpang lainnya dengan cepat memutuskan untuk turun di tempat itu lewat pintu darurat. Sedangkan gue dan sisa penumpang lain yang juga terlantar tenang-tenang saja tetap di dalam bis. Dan lalu, betapa beruntungnya gue dengan keputusan itu, karena 2 bis cadangan datang 10 menit setelahnya, dan gue naik ke bis kedua melanjutkan perjalanan transit ke Matraman, lanjut ke Manggarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-1220364692098523738?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/1220364692098523738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/07/1-juli-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1220364692098523738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1220364692098523738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/07/1-juli-2010.html' title='1 Juli 2010'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-8908207308915247069</id><published>2010-06-30T15:32:00.002+07:00</published><updated>2010-06-30T15:38:17.761+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><title type='text'>Bis Kota, Oh Beruntungnya Naik Bis Kota</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan gue merasa beruntung mengikuti program residensi di Ancol ini. Apapun resikonya, toh sisi baiknya gue bisa segera menjauh dari segala permasalahan dan repetisi lawakan bodor yang hanya akan menghambat pikiran gue. Walaupun hanya untuk sementara. Bukankah, akan lebih baik untuk belajar dari pengalaman hari ini dan menjadi lebih baik di hari esok? Daripada selalu takut dan menghindari resiko yang jelas-jelas harus kita hadapi suatu hari nanti. Belajar dari pengalaman pahit sama saja seperti mengalami imunisasi. Untungnya, waktu yang tepat selalu berada di pihak gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rutinitas naik bis ke suatu tempat dan pulang ke rumah. Berapa tahun sudah berlalu sejak terakhir gue sekolah? Dan setelah gue lulus dari ITB, bergelar sarjana seni (ah, nggak penting!) akhirnya secara cepat gue dikembalikan ke rutinitas itu. Dan dengan sudut pandang baru gue bisa melihat dan kembali belajar memaknai segala sesuatu yang terjadi di ibu kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dominasi bau keringat para pekerja di sore hari menjelang malam sudah mulai berkurang dari suasana ini sejak kemunculan busway, tapi tetap ada kelucuan-kelucuan yang gue yakin ga akan didapatkan oleh anak-anak yang manja pulang-pergi diantar supir. Perihal mereka tetep aja stres karena macet yang naujubile, gue ga peduli! Toh, mereka tetep bisa duduk dan mengomel mencaci maki keadaan dan kesalahan dengan santai. Sementara di dalam bis kota, kebebasan hanya ada di mulut sopir dan kernet. Kalau mereka mencium pantat kendaraan lain dan harus digebukin masa, ya itu lain soal tentu saja. Tapi gue sendiri nggak nyangka, kalau rutinitas ini lambat laun menjadi sesuatu yang, walaupun harus dalam keadaan bungkam, tapi entah kenapa terasa menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyenangkan menjadi saksi tidak penting atas kejadian yang lebih tidak penting lagi, seperti misalnya tiba-tiba sopir turun saat lampu merah dan tiba-tiba kencing di jalan hanya ditutupi sehelai pintu besi, lalu kembali mengemudi dengan wajah tanpa dosa ataupun rasa bersalah. Men, itu di jalan raya! Atau bagaimana menghadapi arogansi seorang ibu dan anak dengan tabah saat merebut tempat duduk di bis yang penuh sesak. Mencoba mendapatkan jatah kursi untuk masing-masing dia dan anaknya. Atau menyerahkan jatah kursi pada kakek uzur walau kaki sebenarnya sudah menolak untuk dijadikan tumpuan lagi. Belum lagi saat muncul perasaan aneh bin bodoh saat bersebelahan dengan mbak-mbak kantoran cantik (dan wangi), untuk beberapa menit merasa dekat. Dan di menit lainnya kami harus rela berpisah di koridor busway yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sekelumit cerita dari kegiatan harian memang selalu menarik saat dimaknai secara lebih lanjut. Nggak usah ngiri dengan cerita gue. Hahaha. Karena toh emang nggak ada pentingnya. Tapi mungkin yang akhirnya perlu gue tulis di sini, dalam lingkungan seni yang gue tinggali selama ini gue memang selalu diajak untuk peka terhadap keadaan sekitar. Kepekaan itulah yang mungkin membedakan seniman dengan pekerjaan lainnya. Sebagai seniman, kepekaan itulah satu-satunya kekayaan yang kami miliki. Tapi bukan berarti gue sudah peka, jujur saja gue malah nggak mau terlalu peka dengan keadaan sekitar. Alasannya sederhana, biar gue bisa menarik diri dan tidak larur terlalu dalam terhadap satu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Egoiskah gue? Ha! Kalian yang menilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun gue selama ini merasa diri gue beruntung dan memposisikan diri gue sebagai yang beruntung, adalah karena gue nggak punya keberuntungan lain selain memiliki perasaan itu. Mungkin kalian beruntung punya mobil dan sopir. Mungkin kalian beruntung kuliah di luar negri. Mungkin kalian beruntung karena orang tua kalian kaya (ah, tapi toh bukan kalian yang kaya, hahaha). Mungkin kalian beruntung karena teman kalian banyak. Tapi mengingat kembali tulisan Oom Kahlil, bahwa keberuntungan sejati datang dari hati yang tulus, mungkin kita memang harus melihat kembali untuk merasakan, apakah kita cukup beruntung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue akhirnya bisa memaknai banyak hal karena gue juga belajar untuk bertoleransi dengan segala jenis keadaan. Dan nggak semua keadaan itu menyenangkan untuk dihadapi. Tapi mungkin juga, karena itulah gue akhirnya bisa menghadapi banyak hal tanpa harus merasa terlalu membebani ataupun terlalu jumawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Institusi manapun di mana kalian belajar tidak mengajarkan tentang rasa dan perasaan, mereka hanya menanamkan filter. Pelajaran tentang rasa dan memaknainya hanya akan dapat dipelajari setelah membuka diri dan menerima dunia luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, hanya ada satu kata penutup: “Cieee!”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-8908207308915247069?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/8908207308915247069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/06/bis-kota-oh-beruntungnya-naik-bis-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/8908207308915247069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/8908207308915247069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/06/bis-kota-oh-beruntungnya-naik-bis-kota.html' title='Bis Kota, Oh Beruntungnya Naik Bis Kota'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-5656318835045035929</id><published>2010-06-30T15:28:00.003+07:00</published><updated>2010-06-30T15:32:18.456+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>“I’m jealous to the whole world”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ouw yea&lt;/span&gt;, Lois Lane mungkin berhak untuk ngemeng kayak gitu. Dan setelah sekian lama (sekitar 12 tahun) sejak terakhir gue nonton film itu, akhirnya gue bisa memahami dan mengerti maksud ucapan doi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, okay!&lt;/span&gt; Menurut gue sih, hal itu lucu. Selama ini gue melihat wanita dihadapkan pada kodrat dan kesombongan untuk dipuja-puji. Tapi toh di sisi lain mereka enggan mengakui kalau mereka lemah. Dan, oh, oke, gue belajar satu hal yang pasti tentang tipe wanita kayak gini; gengsi mereka selalu lebih besar dari akal sehat mereka untuk mengatakan yang sejujurnya. Bahwa mereka merasa tidak aman akan banyak hal sepele. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;They always feel insecure.&lt;/span&gt; Apapun itu, perasaan tidak aman-lah yang akhirnya membuat mereka membentuk benteng dan, yah, pada akhirnya mungkin banyak bersikap kontradiktif. Antara perasaan dan ucapan menjadi sangat berbeda, begitu kata para sesepuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, memang banyak wanita cukup tegar dan mampu menghadapinya. Gue tau itu. Tapi mungkin Naga Bonar benar perihal setiap wanita selalu ingin dinaikkan setali, setangguh apapun dia. Takut menyinggung perasaan orang yang akan tersinggung. Oke, gue sudahi yang ini. Hahaha. Lagipula, sudahlah. Wanita benci kalau dibaca pikirannya, walaupun sebetulnya sering kali mereka butuh itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara Lois dengan dunia ini, mana yang lebih penting buat Kal-El? Kehilangan dunia berarti juga kehilangan Lois, tapi untuk menyelamatkan dunia itu berarti menghilangkan Lois dari pikirannya. Beratnya, Lois nggak pernah peduli dan nggak pernah suka sama Clark. Yah, semua orang tahu siapa yang dia suka, walaupun itu bukan berarti seluruh dunia tahu siapa itu Lois Lane. Sebodo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus yang sama cerita berbeda, gue memahami kata Peter, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“This is my gift, this is my curse”&lt;/span&gt;. Keberadaan pahlawan super hanya sebuah gambaran ketakutan dan kelemahan kita yang selalu membutuhkan pertolongan. Oh, ya, tapi nggak salah-salah amat kalau itu memang harus terjadi. Toh orang yang lebih kuat memang berkewajiban membantu. Tapi Non, maaf, dalam kasus ini pahlawan super nggak ada bedanya dengan manusia biasa yang punya emosi dan punya keterbatasan. Doi bukan Tuhan, dan gue juga bukan pengkhotbah. Jadi sudahi saja wacana super &lt;span style="font-style: italic;"&gt;a’la&lt;/span&gt; Mario Teguh ini. Super Mario!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karena cemen dan manjanya orang, mungkin Lois nggak akan sampe ngomong kaya yang di atas itu. Kenapa? Karena orang pasti udah nggak butuh si manusia baja itu lagi. Tapi mungkin juga, toh karena Lois juga cemen maka Clark suka. Dan bukankah dunia berjalan seperti itu? Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik: Sotoy lo Ko!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon: Biarin! Gue kan Virgo, ye!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;It’s funny to know some things spins off. So then we can learn to live our life to the fullest&lt;/span&gt;. Selalu ada kesempatan untuk belajar, tapi selalu saja ada beban untuk membuka mata. Ah, itu sih cuma alasan saja. Yang jelas, maksud gue memang butuh waktu untuk menyadari korelasi antara satu hal dan hal lainnya. Walaupun sekilas berbeda, tapi inspirasi datang dari mana saja. Apa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena menurut pengalamanku, saat kau berada di dasar, satu-satunya jalan tersisa adalah kembali ke atas” – Thaddeus Thatch, Atlantis (kira-kira begitu setelah diterjemahkan).&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;NB 1: Ngomong-ngomong, kenapa di sepanjang film Superman II isi banyolannya ga penting semua gitu sih?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;NB 2: Eh, itu belum termasuk celetukannya Lex Luthor dan bapak-bapak yang tetep nelpon waktu Zod nyemburin badai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-5656318835045035929?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/5656318835045035929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/06/im-jealous-to-whole-world.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/5656318835045035929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/5656318835045035929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/06/im-jealous-to-whole-world.html' title='“I’m jealous to the whole world”'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-790856005710146950</id><published>2010-06-30T14:43:00.004+07:00</published><updated>2010-06-30T15:28:07.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><title type='text'>Call Me Garfield</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yep, sekali-kali dengan judul bahasa inggris. Itu jawaban gue kalau-kalau kalian mau bertanya, kenapa tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang selalu gue bangga-banggain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, cukupkan bacot ini dalam nada &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sol-mi-re&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;minor!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu 8 dari 10 pembaca akan bertanya, kenapa dengan Garfield. Dan maka, ijinkan gue untuk memberi selamat kepada pasangan yang tidak bertanya, karena itu artinya kalian menolak untuk mengikuti arus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama butuh lebih dari 3 paragraf untuk menjawabnya. Kenapa gue tahu itu? Jelas, karena gue penulis jawabannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paragraf pertama, ya, tentu saja kami berdua mempunyai dua kesamaan. Coba kalian ingat seberapa gendutnya kucing itu dan seberapa pemalasnya dia. Seperti Garfield, gue punya hak untuk menjadi gendut. Hanya saja, sayang, itu nggak pernah terjadi. Tapi walaupun gue punya hak itu, toh kalaupun bisa gue nggak akan mau. Karena gue bersyukur menjadi diri gue apa adanya. Betul?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak juga. Sebenernya itu salah. Karena bagaimanapun juga, gue sering juga merasa kesal dengan keterbatasan diri gue. Menjadi diri sendiri berarti pula memaklumi keterbatasan diri. Manusiawi untuk menjadi kesal dan marah, tapi itu bukan pembenaran. Lagian kayaknya susah jadi orang gendut, susah bawa badan. Entah aneh entah untung, gue nggak pernah bisa gendut. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang pasti, Garfield itu pemalas. Dan kalaupun di sedikit kesempatan dia menjadi pahlawan, itu bukan karena dia membela kebenaran tapi lebih karena kebetulan. Karena walaupun benar dan betul itu bermakna sama, tapi imbuhan ke-an membuat arti keduanya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bacot!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Garfield, gue juga punya hak untuk males. Males itu menjadi dosa kalau dia menjadi pangkal kebodohan. Jadi kalo males, asalkan pinter, ya nggak apa-apa. Ya, tapi itu pun pembenaran, jadi jangan dipercaya. Ah, tapi toh terlalu rajin juga nggak baik untuk pencernaan bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, ini serius. Jangan dianggap bercanda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue orangnya males untung mengulang-ulang sesuatu. Gue males untuk membuat sesuatu yang bermakna sakral menjadi profan. Tapi yang jelas gue males jadi orang bego, walaupun sering juga dibego-begoin justru mendatangkan keberuntungan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Well, I’m the lucky bastard afther all&lt;/span&gt;. Gue males melakukan hal yang nggak penting. Jadi kalau gue melakukan hal nggak penting, itu tandanya gue sedang menganggap hal itu penting. Banyak lah kemalesan gue kalo diitung-itung. Gue juga males nulis, tapi tulisan gue sering panjang-panjang. Jelas bukan lantaran gue rajin nulis, tapi lantaran gue males ngoreksi apa yang udah gue tulis. Dan yang terakhir, gue males untuk terlalu jujur. Walaupun gue juga ga suka bohong. Jadi, percaya nggak percaya, itu terserah kalian. Intinya, seperti si kucing gendut itu gue pemalas yang (untungnya) sering keliatan rajin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu temen gue pernah bilang ini berkali-kali: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Have fun with your life”&lt;/span&gt;. Apapun maksudnya dia ngomong itu, yang jelas gue inget karena menurut gue &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quotes&lt;/span&gt; itu nggak jelek-jelek amat. Tapi bagus juga gue inget &lt;span style="font-style: italic;"&gt;quotes&lt;/span&gt; itu, karena dengan begitu semua hal berat bisa gue hadapi dengan lempeng. Nggak perlu berlebihan dalam menilai sesuatu, yang penting hidup itu jadi terlihat menyenangkan. Betul nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan memang menyebalkan, tapi bisa jadi itu karena kita baru sampai pada sebagian kecil perjalanan hidup kita. Hidup ini nggak kaya baca buku, bisa di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;skip&lt;/span&gt;. Nggak juga kayak main game, bisa di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;restart&lt;/span&gt;. Apapun yang lo lakukan, yang terjadi tetap terjadi. Jadi jangan menyesali masa lalu yang udah lewat, apalagi kalo itu bukan salah lo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hafe fun with your life is a new way to giving up the grudge and smile up for tomorrow. &lt;/span&gt;Kuncinya, selalu berikan yang terbaik dan apapun kerjaan yang lo mulai kerjakan sampai selesai. Cie, gue udah kaya Super Mario Teguh. Zuper!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertanyaan selanjutnya, hanya 1 dari 8 pembaca yang akan bertanya. Ada apa dengan nada sol-mi-re? Minor pula! Tapi biarlah itu jadi jawaban atas sebuah ungkapan sentimentil belaka. Karena gue lebih memilih untuk diam, daripada bicara bohong. Ya, itu pun karena sompral atau meracau tidak masuk dalam hitungan bohong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian pikir semuanya berserakan? O`ho, kalian salah. Semuanya hanya berulang, dan akan terus berulang. Semua jawaban sudah disediakan sejak di awal, sayangnya kebutuhan kita terhadap semua jawaban itu baru muncul saat kita bertanya. Dan, maka, diamlah. Karena cerita terbaik tidak lahir dari aplus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, karena dia yang melahirkan aplus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisanya, sudahi saja seperti lirik lagu &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Efek Rumah Kaca&lt;/span&gt;. Untuk siapa tulisan ini dibuat, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa”&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-790856005710146950?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/790856005710146950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/06/call-me-garfield.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/790856005710146950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/790856005710146950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/06/call-me-garfield.html' title='Call Me Garfield'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-1291212390610576480</id><published>2010-04-19T23:03:00.005+07:00</published><updated>2010-04-19T23:13:44.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><title type='text'>Cara Berbicara dan Membicarakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/S8x_LNedGUI/AAAAAAAAADQ/YtDpSdd8dNY/s1600/Gradually+Graduated.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/S8x_LNedGUI/AAAAAAAAADQ/YtDpSdd8dNY/s320/Gradually+Graduated.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461880278666254658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa detik yang lalu, entah kenapa gue merasa nyaman berada di lingkungan Seni Rupa ini. Nggak pengen lepas. Tapi gue tau dari pertama gue memasuki ruangan ini, suatu saat gue harus cabut. Nggak berarti sekedar "cabut" yang dilontarkan bocah-bocah untuk menandakan dia akan segera pergi dari hadapan kalian. Yang ini agak berlebihan. Buat beberapa orang bisa berkesan sentimentil bahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, toh kita nanti bisa ketemu lagi. Direncanakan ataupun nggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lalu, apa yang gue tinggalkan selagi peran gue belum sepenuhnya memudar. Selagi waktu gue belum sebegitu habisnya untuk dijadikan contoh, yang toh tidak juga sempurna. Gue pengen berbagi cara kerja gue untuk kesempatan yang terakhir kali. Karena setiap orang bisa menjadi seniman, karena setiap orang bisa tampil keren dalam segala sesuatu yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang gue inginkan sebenernya simpel. Gue cuma pengen membuat hal simpel jadi keren. Nyambung-nyambungin ke industri, bukannya itu peran industri? Membuat bahan mentah jadi bahan jadi, atau menambah guna suatu barang. Dan kalaupun industri itu adalah jasa, mungkin cukuplah kalau gue dianggap berjasa menjadi contoh yang baik. Kalau nggak pun, namanya juga manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak lah ya. Kalo udah disertai usaha mana mungkin hasilnya jelek. Ya nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan kalau teori Tabula Rasa-nya Pak Prim harus bekerja di kepala gue, menyebabkan gue terlupa akan banyak hal kecil yang terselip di pojokan otak. Tapi Bruce Banner mana menginginkan Betty Ross hilang dari akal pikirannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya gue bertanggung jawab terhadap kata-kata gue. Sudah saatnya gue mengeluarkan catatan lama dari laci. Seharusnya tidak ada kata selamat tinggal, karena "keluarga" tetap "keluarga" untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-1291212390610576480?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/1291212390610576480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/04/cara-berbicara-dan-membicarakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1291212390610576480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1291212390610576480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/04/cara-berbicara-dan-membicarakan.html' title='Cara Berbicara dan Membicarakan'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/S8x_LNedGUI/AAAAAAAAADQ/YtDpSdd8dNY/s72-c/Gradually+Graduated.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-5022579291341150898</id><published>2010-03-01T11:42:00.006+07:00</published><updated>2010-03-01T12:26:36.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Salam Bahasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sempat terpikir bagaimana caranya membangun kata-kata yang terdengar keren saat dibacakan dengan menggunakan bahasa indonesia, walaupun notabene itu tidak menggunakan EYD yang baik dan benar. Pemikiran itu mulai muncul sejak gue dan zaldy menahkodai pameran KGB '08 sebagai kurator. Ada pertanyaan yang tersembur dari congor seorang anak, yaitu "Kenapa harus pake bahasa indonesia sih?" Dan gue membalikkan pertanyaan itu dengan premis lain yang berlaku sebagai pertanyaan balasan "Emang lo pikir bahasa inggris lebih keren?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya, dalam dunia institusi memang banyak kata serapan yang digunakan untuk mempersingkat suatu penjelasan. Tapi ketimbang terlalu bertele-tele atau menyuburkan redudansi ngawur, alasan penggunaan kata serapan di era globalisasi ini ternyata lebih banal daripada pemikiran itu sendiri. Nampaknya bahasa inggris memang terdengar lebih keren dan lebih mengglobal kerimbang bahasa indonesia yang terdengar mistis itu. Yah, gue pun akan mundur kalau ditanya apa gue jago dalam menggunakan bahasa indonesia. Gue akan bilang gue cupu. Tapi gue berusaha buat memperbaiki bahasa indonesia gue. Karena toh, sepengamatan gue, bahasa indonesia dengan EYD-nya itu akhirnya nggak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan sokongan bahasa lokal, bahasa terminal, bahasa gaul, bahasa serapan, bahasa anarki, dan bahasa politik. Semua sub-bahasa itu memiliki gramatikanya sendiri yang membantu logika bahasa indonesia sehingga ia dapat berdiri dan memiliki sikap layaknya bahasa dunia lainnya. Akui saja bahwa banyak bahasa indonesia yang tidak memiliki padanan kata dalam bahasa inggris. Bukan karena ia bertele-tele, tapi lebih karena sifatnya yang spesifik. Itu belum lagi jika dikawinkan dengan bahasa daerah. Contohnya bahasa jawa memiliki kata "kopet", atau bahasa sunda dengan "tisoledat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar anggapan orang yang mengatakan bahasa jerman itu maskulin-tegas atau bahasa prancis itu feminin-romantis? Kalau begitu gue berani aja bilang bahasa indonesia itu adaptatif-politis. Seperti bunglon yang mendalangi gerakan non-blok, bahasa indonesia dapat bermanuver dalam banyak sifat. Itu yang membuat dia supel di antara sekian ribu bahasa dunia. Kekayaan ini disebut orang asing dengan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lingua franca&lt;/span&gt;, itu kalau gue tidak salah menangkap. Toh gue membuat tulisan ini biar kesannya keren dan seperti berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak yang gue pikirkan memang, tapi membongkar-pasang bahasa indonesia buat gue menjadi sesuatu yang menarik ketimbang menjiplak argumen berbahasa inggris yang singkat. Dan, oh ya, menjiplak bahasa spanyol itu beda cerita, karena toh mata kita tidak terbiasa dengan runut simbol bahasa yang seperti itu. Sampai di sini ada sanggahan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak, gue lanjutkan tulisan sampah ini lain kali. Itupun kalau ingat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-5022579291341150898?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/5022579291341150898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/03/salam-bahasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/5022579291341150898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/5022579291341150898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/03/salam-bahasa.html' title='Salam Bahasa'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-2406366785909011792</id><published>2010-01-07T07:40:00.006+07:00</published><updated>2010-01-11T01:25:44.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><title type='text'>Catatan Nomor 336: Keterlambatan Tidak Pernah Datang Tepat Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah degup jantung yang remuk redam melacur tak laku serupa kicauan iklan. Setelah semua lelah bercampur karma dan terkalang fatamorgana fajar harapan. Setelah semua butir dan bulir remah nomaden tersisa tak dapat lagi ditelan. Setelah derit dan desis ditempa menjadi parang yang hanya dapat berbicara dalam satu bahasa tanpa suara. Setelah semua strata limasan antara kau dan aku runtuh menjurang. Setelah semua pesan tersampaikan sehingga menghilangkan pertautan. Setelah ladang kekecewaan menguning dan siap untuk dirajang. Setelah setiap bulir alasan merundukkan setiap tangkai pertanyaan. Tidak ada lagi yang kau sisakan selain teka-teki yang hanya akan terjawab saat bumi berhenti memutari hari-hari membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti saat derit pintu kalam menandai kepergianmu silam. Dan seperti saat semua huruf dan angka temaram setia menemani pijar bahasa yang hampir padam. Dan seperti itulah aku  khatam dengan mata merah mencalang tanpa sempat terpejam sejak kau sematkan dendam di antara kedua bilah kelopaknya yang meladam. Dan kesalah pahaman yang tidak bisa tidak muncul setelah semua keegoisan terkuras akan kutukar dengan asuransi yang memastikan kepergianmu abadi. Dan jika suatu saat nanti kau akan kembali, letupan angkara dari udara yang kau hirup menghempaskanmu lagi pada titik di mana kau menyadari arti sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah bersama dan berbagi parut luka dan lebam. Mungkin peran dan jasamu pernah mengorosi ingatan bagai asam. Mungkin aku pernah menahan pitam saat gelombang keegoisanmu lebih menghantam dari godam. Mungkin satuan ruang dan waktu tak pernah jitu dalam memprediksi kehadiranmu. Mungkin kata janji dan pasti pernah kuhapus dari kamusku. Mungkin titik nadir ingatan itu tidak ada artinya lagi saat denyut riba mencapai muara dan pamrih mulai menggerogoti nadi dalam sekejap mata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-2406366785909011792?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/2406366785909011792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/01/catatan-nomor-336.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2406366785909011792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2406366785909011792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/01/catatan-nomor-336.html' title='Catatan Nomor 336: Keterlambatan Tidak Pernah Datang Tepat Waktu'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-3371330036834829397</id><published>2010-01-07T00:18:00.010+07:00</published><updated>2010-01-07T08:30:19.779+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><title type='text'>Catatan Nomor 312: Ucapan Maaf Seorang Teman Tidak Pernah Datang Bersama Rasa Bangga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gue pikir menjadi seorang teman yang baik merupakan kebaikan yang melebihi segala sesuatu. Selalu ada di saat dibutuhkan, selalu membantu dengan tulus, selalu memberi jalan pada setiap sudut mati, selalu tanpa pamrih. Nggak butuh alasan untuk menjadikan sesuatu lebih baik buat temannya. Nggak mengharapkan dan nggak membutuhkan balasan untuk setiap hal besar yang telah dikerjakan, tapi tetap mau menerima setiap kebaikan dengan besar hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pikir gue bisa jadi orang yang seperti itu, dan ternyata gue salah. Gue gagal dalam membuat segala sesuatunya lebih baik buat temen-temen gue. Berusaha mati-matian dalam berperan sebagai teman yang baik, mencoba berpikir positif dalam setiap kekacauan. Ternyata semuanya hampa seperti tiang keropos yang dikerjakan kuli borongan sok tahu, menunggu saatnya runtuh dan menimpa mati semua orang di bawahnya. Mungkin benar kata Nicole, "Tiang itu sudah terlalu keropos, dan aku harus pergi untuk membangunnya lagi dari awal".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini memang ganjaran yang harus diterima, karena telah menjadi teman yang buta. Mungkin kekecewaan ini adalah buah dari ketidak becusan dalam menjaga tiap simpul tali pertemanan. Sehingga ia akhirnya terlepas satu persatu, sehingga ia akhirnya putus dimakan usia, sehingga ia akhirnya terlalu tegang terbentang dan berai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah nalar dan logika datang bertautan dengan gelombang pasang perasaan kecut dan kerdil. Tidak pernah seharusnya pertemanan berawal dari rasa butuh dan keperluan sengit. Mungkin apa yang terjadi hari ini terjadi sejak hukum tersebut dilawan. Mungkin akhirnya semua yang kita anggap nyata memang tidak pernah ada dari awal. Mungkin semua kemungkinan memang sekedar harapan yang tidak pernah mewujud dan meraga dalam satu sosok pribadi yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin semua yang kita harapkan akhirnya harus dapat dipasrahkan ke dalam gurat kesia-siaan. Saat gue membayangkan sebuah skenario yang memiliki epilog melegakan, ternyata gue baru sadar akan keberadaan sebuah awal masalah di depan. Dan setelah semua tenaga gue terkuras, ternyata itu baru membawa gue menyelesaikan cerita pembuka. Dan dengan kebodohan-kebodohan itu gue telah menipu mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-3371330036834829397?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/3371330036834829397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/01/ucapan-maaf-seorang-teman-tidak-pernah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/3371330036834829397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/3371330036834829397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2010/01/ucapan-maaf-seorang-teman-tidak-pernah.html' title='Catatan Nomor 312: Ucapan Maaf Seorang Teman Tidak Pernah Datang Bersama Rasa Bangga'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-6194527523397165125</id><published>2009-12-22T07:14:00.008+07:00</published><updated>2010-01-11T06:58:25.250+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ingatan yang hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><title type='text'>Crèche</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/b/bd/Presepe_naples_rome2.jpg/800px-Presepe_naples_rome2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 292px; height: 220px;" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/b/bd/Presepe_naples_rome2.jpg/800px-Presepe_naples_rome2.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tercium bau kenangan yang meyeruak semerbak dari rumah. Ingin mampir dan mendekat. Merasakan kalau bisa. Walaupun itu semua pasti tentang masa lalu. Lagi dan lagi. Pohon natal kecil terpasang di sudut meja telpon. Pohon akhirnya bisa dibeli sewaktu kaki menjejakkan lantai sekolah dasar. Pohon yang walaupun kecil tapi menyimpan banyak kenangan. Ada harum masakan di setiap dahan plastiknya. Makanan yang biasa saja, tapi selalu tersaji secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyisiri kaki pohon yang rapuh, terlihat kartu-kartu pos yang diberikan secara khusus oleh teman baik. Dan selalu ada satu dua nama yang spesial di sana. Kartu-kartu yang kini tergantikan dengan teks digital. Mungkin pena terlalu cepat terbakar. Mungkin tinta terlalu cepat mengkhianati pikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang hari-hari seperti itu bukan tentang mendapatkan pakaian baru. Mungkin hari-hari seperti itu hanya sesederhana untuk bersyukur dan merekapitulasi semua pengeluaran dan usaha, peluh dan darah, bulir dan remah. Mungkin seharusnya di hari seperti itu setiap orang lebih baik tidak menangis dan meratap. Mungkin seharusnya mereka tertawa bahagia. Karena setiap kelahiran harusnya disambut bahagia. Dan kematian pun seharusnya tidak disambut dengan kegetiran. Tapi apapun yang terjadi-terjadilah. Hanya saja jangan pernah menyesal dan terpuruk.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-6194527523397165125?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/6194527523397165125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/12/creche.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6194527523397165125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6194527523397165125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/12/creche.html' title='Crèche'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-4310461445313174615</id><published>2009-12-21T23:02:00.010+07:00</published><updated>2009-12-23T01:38:48.877+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Saatnya TA, Saatnya Berleha-Leha, Saatnya Bercerita</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/Sy_Yo2PhEDI/AAAAAAAAADI/AxbiCIyWjqY/s1600-h/IMG_3859.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 213px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/Sy_Yo2PhEDI/AAAAAAAAADI/AxbiCIyWjqY/s320/IMG_3859.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5417787073016959026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini gue makan popmi yang komponen monosodium glutamatnya belum tercampur merata. Tapi nggak masalah, kerena toh masih enak-enak saja. Kecuali kalau air-yang-terlalu-banyak dihitung sebagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari di suatu ketika saat gue sedang tidur dalam senyap, seorang anak kecil menghampiri gue dalam mimpi. Dengan kuda poni dari resin dan pancang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;carousel &lt;/span&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;what was that? carousel, phonecell, and michel? another jumble 3 and selsel business?&lt;/span&gt;), dengan blekberi di tangan dan messenger di layar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Every feeling to talk is a text. Now you text to talk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi di sini nggak ada yang salah. Yang salah adalah gimana gue udah nggak bisa berbicara dalam mengungkapkan apa yang gue rasakan. Di saat dunia sudah terlalu berisik, lebih baik gue diam. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;In the world full of sound, all you need to do is listen. In the world full of noise, all you need to do is move. If the world full of voice, and if you are granted a wish to mute one, whom would you pick?. For the sake of my life I believe you would never pick yours from the entire lines.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang pameran &lt;a href="http://www.facebook.com/koxis.verserken?v=wall&amp;amp;ref=profile#/event.php?eid=197817342796&amp;amp;index=1"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;everything you know about art is wrong&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Berbicara tentang semua kesimpang-siuran fungsi seni yang membanal hingga sekedar menjadi hiasan profan. Berbicara tentang intereferensial yang terlalu jemawut dalam setiap catatan. Yang terlalu berakrobat dalam setiap penampakan yang gagal menyampaikan. Catatan kuratorial apa itu? Mencomot berbagai referensi dari apa yang dengan mudahnya dapat kita temui, di mana letak orisinalitasnya? Di mana letak wawasan studi akademisnya? Di mana letak kekuatan jualnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan memang seperti itulah tabiat para kurator selama ini? Asal comot dan asal keren. Asal tak banyak orang yang tahu dan bahasanya terlihat seperti wah dan berpendidikan maka hadirlah di situ nilai jual. Entah kenapa pada titik ini kurator lebih terlihat seperti binaragawan ketimbang kuli pena di balik kaca mata gue. Atau nikmati saja keadaan ini, siapa tau akan bermunculan banyak kelatahan-kelatahan lain (dalam bahasa inggris diistilahkan dengan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"after"&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin yang salah adalah institusi seni yang terlalu lama mengagung-agungkan hukum dan dalil sehingga buku menjadi dewa bagi kaum librarian nekrofilik. Mungkin salah mereka juga kita tidak pernah diajarkan hal baru. Mungkin salah mereka kalau kita hanya boleh lulus atas apa yang sudah pernah dibuat. Mungkin salah mereka juga kalau perasaan dan ego orisinil itu mati. Sebab setiap kali kita merasa orisinil, kita harus kembali berhadapan dengan permasalahan lama di mana kita &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menemukan karya serupa yang sudah pernah dibuat sebelumnya&lt;/span&gt;. Seolah berkarya menjadi seperti iuran yang nantinya akan dikocok dalam arisan pameran di galeri-galeri besar yang tidak tahu apa isinya sebelum kita membuka gulungan kertas dan membacanya keras-keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi toh saat gue buka Alkitab, di situ Raja Salomo (Nabi Sulaiman, King Solomon) pernah menegaskan bahwa tidak ada yang baru di dunia ini semuanya sia-sia dan semuanya sudah pernah dilakukan dan terus berputar. Yah, bahkan para&lt;span style="font-style: italic;"&gt; avant-gardist&lt;/span&gt; sudah dibunuh sejak ribuan tahun yang lalu, dalam Kitab Kebijaksanaan yang ditulis sang raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yang salah tentang seni dan apa yang membuatnya tampak seperti itu? Apakah seniman tidak pernah tahu apa yang ia kerjakan? Apakah mereka terlalu malas bertanggung jawab atas karya mereka? Atau memang benar selama ini perihal &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;words narrow art&lt;/span&gt;? Atau jangan-jangan semua yang kita lihat ini hanya akumulasi permukaan masalah yang kehadirannya seperti gunung es. Atau jangan-jangan semua ini hanya seolah salah. Mungkin semua ini hanya pelatuk yang memicu diskursus selanjutnya, mungkin juga seni memang sudah mati sejak ia dilahirkan dalam kesalahan. Mungkin yang kita lakukan selama ini hanya mengusung keranda mayat seni yang sudah lama mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin seni sudah lama mati bersama tuhan. Mereka mati dikhianati profit, dominasi, dan komodifikasi, dan ekspansi korporasi. Maka sejak itulah seniman bangkit dan berusaha mendekati fungsi tuhan dan menjadi tuhan-tuhan kecil (setidaknya bagi diri mereka sendiri). Masihkan kita merasa perlu untuk menyediakan waktu, menyempatkan diri menyaksikan acara realigi kacangan, yang hanya peduli rating, tapi tak berujung pangkal dalam menyelesaikan masalah dialog macet antar agama di negara ini? Mungkin Zapatista lebih berhasil menciptakan dialog terbuka tanpa narasi yang panjang lebar ketimbang kita yang katanya beragama, beretika, dan cinta damai ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nic, Nic, sini dah. Gue pengen ngomong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang teman pernah datang dan melihat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;draft&lt;/span&gt; catatan kuratorial yang gue buat. Waktu itu gue sadar kalau membuat catatan itu nggak akan berguna banyak, selain hanya menambah ketajaman insting dalam melakukan manuver dan akrobat bahasa. Gue bukannya pengen ngebocorin rahasia kalo temen gue yang ini anaknya labil dan sempet beberapa kali nangis tanpa sebab, tapi apa yang gue pengen sampaikan adalah omongannya. Bahwa dia pernah bertanya "Emang setiap catatan seni harus dibuat kayak gitu ya? Bisa nggak dibuat biar orang awam kayak gue bisa lebih gampang nangkepnya?" Yah, tapi omongan bodoh itu nggak menghasilkan apa-apa selain kebingungan lain yang menyebalkan. Kebingungan untuk menetapkan yang mana yang lebih pantas berada di dalam sorot lampu panggung. Antara permasalahan majas visual atau metafora.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, gue memperhatikan dia lebih daripada gue memperhatikan pohon atau omongannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-4310461445313174615?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/4310461445313174615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/12/saatnya-ta-saatnya-berleha-leha-saatnya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/4310461445313174615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/4310461445313174615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/12/saatnya-ta-saatnya-berleha-leha-saatnya.html' title='Saatnya TA, Saatnya Berleha-Leha, Saatnya Bercerita'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/Sy_Yo2PhEDI/AAAAAAAAADI/AxbiCIyWjqY/s72-c/IMG_3859.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-2807081525803736572</id><published>2009-12-19T06:16:00.015+07:00</published><updated>2010-01-07T00:50:06.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia maya'/><title type='text'>The Unimportant But Somehow Important</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs106.snc3/15334_201003747879_767897879_3076632_2302873_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 318px; height: 225px;" src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs106.snc3/15334_201003747879_767897879_3076632_2302873_n.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                &lt;div class="list-tags-outer" style="display: none;"&gt;           &lt;hr /&gt;           &lt;label&gt;Your lists:&lt;/label&gt;                    &lt;/div&gt;                                     &lt;div id="timeline_heading" style="display: none;"&gt;        &lt;/div&gt;   &lt;ol id="timeline" class="statuses"&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status latest-status" id="status_6808639514"&gt;     &lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;mari kita gebrak langit dengan kepalan tangan mengangkasa dan belati terhimpit pada mulut...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status latest-status" id="status_6808639514"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="status-body"&gt;dengan beban yang harus secepatnya dilarikan, tenggat waktu yang tak dapat diabaikan, dan ketidakmungkinan untuk mengulang kebebalan...tidak ada lagi yang tersisa untuk disesalkan...&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status latest-status" id="status_6808639514"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;belati terhimpit pada mulut...menghalau gertak gigi, mempersingkat kata, dan merapatkan bahasa...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status latest-status" id="status_6808639514"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;selamat berjuang, hei teman2 yang akan berpameran dalam waktu dekat ini...saya akan segera menyusul kalian dengan gebrakan selanjutnya!!!...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6745474031"&gt;     &lt;span class="status-body"&gt;                        &lt;span class="entry-content"&gt;seperti air beriak tanda batuk berdahak...seperti kacang lupa kulitnya...seperti orang tua lupa, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6745474031"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;mau gambar kelinci kenapa jadi kura-kura?...mungkin ini akibat makan udang di balik batu... mau gambar kura-kura dalam perahu, kenapa jadinya malah bahtera rumah tangga?...mungkin nenek moyangku bukan pelaut, mungkin ia petani kacang lupa kulitnya...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6745286432"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;ada apa sih dengan peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian?...apa sejak jaman nenek moyang udah banyak pemalakan di laut?...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6745086501"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;mencoba menggambar kura-kura dalam perahu...kenapa jadinya malah bahtera rumah tangga?...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744934735"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;cuma orang narsis yang selalu bisa melihat ke belakang...itulah alasan mengapa mereka setara dan serupa dengan sopir dan tukang ojek...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744787567"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;mau gambar kelinci kenapa jadi kura-kura?...oh, pantes kelincinya ketiduran pas lomba lari, jadi ga kegambar...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744732804"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;mau beken kaya Ada Band?...gantungkan cita-citamu setinggi langit tujuh bidadari...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744656495"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;apa mending jadi provokator aja?...bisa sekalian merangkap maling teriak maling...&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744622674"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;ga enak jadi maling...ga bisa lempar batu sembunyi tangan...tangannya kepanjangan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;pagi-pagi gini enaknya makan udang di balik batu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;good luck lucky bastard!...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;artists are freak because they destruct something good in order to make greater work...&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;both God and I know that you are lying...&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;you never know that someone is hurt, when you think no one need to know what hurts you...&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;we don't point at ourselves because we can never see our back...&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6744529005"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;lho, gue pernah denger dari seorang mertua seniman grafis bahwa "...seniman adalah manusia yang paling dekat dengan Tuhan"...jadi mungkin pernyataan itu ga salah-salah amat...hehehe...God I'm baptized... 0:-D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6529540879"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;Tuhan sempat bertanya "Mau jadi apa kamu nanti?"...gue jawab "Mau jadi seperti Engkau"...dan ternyata seperti itulah rasanya menjadi seniman...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526622940"&gt;     &lt;span class="status-body"&gt;               &lt;span class="actions"&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;yang terdengar hanya suara nafas, degup jantung, dan goresan jarum di atas plat...terima kasih...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="actions"&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;         &lt;span class="entry-content"&gt;dan hanya Tuhan boleh tindas kami, itu pun kalau Ia mau...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;pengen lempar sepatu tap-dance ke muka orang-orang yang banyak bacot...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;memang cuma etsa yang bisa bikin kulit putih... nb: maaf jika menyinggung para cukilers, sabloners, dan lithographers...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;teman2 bilang saya putihan...mungkin karena terlalu lama mendekam di penjara (baca: studio)...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Dijual cepat! Semangat: tipe 45 untuk anda-anda yang sedang TA! Hubungi: xxx6-84040-xxx. Dijamin tokcer...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;don't think about a thing when you feel you don't want to...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;the easier you find someone, the harder you found them when they dissapear...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;nowhere to find when don't want to be found...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;g&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;oogle earth: travelling without moving...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;"cukup biarkan saya mengklaim seni sebagai jalan satu arah yang dapat membawa saya kepada anda"...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;mendrawing lagi!... ada gak ya orang kurang kerjaan yang iseng ngitung jumlah garis di karya gue...dan bener...hahaha...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;kalian para kaya dunia hanya sejumput bilangan yang mengais pertolongan kami kaum papa yang telah memahkotai dunia...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;threading borderlines by giving you all the things you need (appropriating C.A.J)...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;it's a constant wave that turns the lozenges of life to noncombustible zephyr...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;terhambat kodrat jengat pada tengat plat laknat tanpa syarat...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;ya Tuhan, seandainya ada satu hari yang tenang, saya akan berusaha melakukan 3 pengasaman bertingkat, SEKALIGUS!...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;saat kalian lihat apa yang kalian ingin lihat, maka aku akan menjejalkan mata jumawa kalian dengan propaganda penghabisan yang elegan...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;hidup seperti tahanan Pulau Buru...saat sakit berlanjut: KOP-ROLL sampai berkeringat...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;berkata: "Jangan harap menantang senja kalau tak dapat menyambut pagi!"...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;mencalang semiotika kosmetika dan wana nirmana panca indra anak naga di bibir kawah candradimuka...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;ulangi kata-kata "Sakral-Profan" di kepala, sebanyak yang anda butuhkan, hingga jadi waras kembali...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;your body is a graphic art!...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Nderek Dewi Maria,temtu gengkang manah... Mboten yen kuwatoso, Ibu njangkung tansah... Kanjeng Ratu ing swarga, amba sumarak samya... Sang Dewi...mangestonono...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;you MAKE them happen!...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;no me chingues!...vete a la chingada!...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;Ισχύς μου η Αγάπη του Λαού (Ischys mū i agapi tou laou)...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;media nox meridies noster...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="hentry u-Koxis mine status" id="status_6526279313"&gt;&lt;span class="status-body"&gt;&lt;span class="entry-content"&gt;let's play hide and seek...first body found will be the dead one...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-2807081525803736572?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/2807081525803736572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/12/unimportant-but-somehow-important.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2807081525803736572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2807081525803736572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/12/unimportant-but-somehow-important.html' title='The Unimportant But Somehow Important'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-2652025289175337102</id><published>2009-10-18T03:43:00.005+07:00</published><updated>2010-01-06T19:39:34.675+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Entah Apa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Andaikata begini, lo menonton drama korea dengan bahasa korea dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subtitle&lt;/span&gt; bahasa inggris. Pastinya subtitle itu seolah terdengar di kuping, menggantikan omongan bahasa korea yang nggak lo mengerti itu. Dengan intonasi yang tetap terdengar hingga seolah bahasa inggris itu beraksen korea. Di luar permasalahan aktor yang ganteng atau aktris yang cantik, yah kita tahu bahwa ekspresi itu bisa bersifat sangat universal. Hingga seandainya (lagi) subtitle bahasa inggris itu dilenyapkan dari layar, kita tetap tahu perasaan yang ingin disampaikan si aktor dalam perannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://parkminnie.files.wordpress.com/2009/03/1209236881_snsd_herald_media_071114_03.jpg?w=500&amp;amp;h=340"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 334px; height: 226px;" src="http://parkminnie.files.wordpress.com/2009/03/1209236881_snsd_herald_media_071114_03.jpg?w=500&amp;amp;h=340" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke itu hebat, tapi jangan permasalahkan sinetron indonesia yang jeleknya sebelas-duabelas itu. Kita semua tahu siapa yang bersalah atas kebanalan acara televisi indonesia. Sekali lagi jangan permasalahkan sinetron indonesia dengan akting sampah itu. Yang hanya beramunisikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zoom -in&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zoom-out&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sfx midi&lt;/span&gt; 16-bit kacangan. Jangan permasalahkan apa yang ada dalam kepala orang hungaria seandainya mereka menonton sinetron indonesia tanpa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;subtitle&lt;/span&gt;. Karena cukup satu kata, sinetron indonesia tidak layak jadi sumber devisa negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang memanfaatkan ambiguitas yang terkandung dalam kata-kata yang akrobatis untuk menjadikan tulisan mereka menarik. Beberapa lainnya cukup senang dengan kebanggan yang dihasilkan. Beberapa orang tidak ingin terlihat bodoh karena dia tidak mengerti apa yang dia tulis. Sayangnya dalam kasus-kasus seperti ini gue jarang mikir gue bakal nulis apa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-2652025289175337102?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/2652025289175337102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/10/entah-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2652025289175337102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2652025289175337102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/10/entah-apa.html' title='Entah Apa'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-99906572184129453</id><published>2009-10-18T00:46:00.007+07:00</published><updated>2009-10-18T07:03:11.801+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><title type='text'>Surat Mati Yang Mengingkari Bukti</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=151588737551&amp;amp;1&amp;amp;index=0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Judul Sepanjang Isi Dengan Satu Inti: Gosip Lampu Merah Lawakan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat semua orang ingin didengarkan&lt;br /&gt;Mereka berteriak riuh-lantang&lt;br /&gt;Dalam tumpukan bahasa yang tak lagi dapat dicerna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil satu dari kumpulan itu&lt;br /&gt;Dalam senyap coba simak apa yang ia hasilkan&lt;br /&gt;Taruhan, itu tidak lebih dari berita spekulasi yang digembar-gemborkan&lt;br /&gt;Konsumsi pagi para budak belian yang diacuhkan majikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempelkan kembali telinga mereka yang terlepas&lt;br /&gt;Sepasang untuk satu orang&lt;br /&gt;Mungkin perlahan desing koar ini menjadi sayup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sekalian saja putuskan pita suaranya&lt;br /&gt;Agar letup komat kamit cukup menjadi impuls informasi visual&lt;br /&gt;Semua orang ingin didengarkan&lt;br /&gt;Sayang tak satupun dari mereka dapat mendengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=2684482&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=151588737551&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=151588737551&amp;amp;id=767897879"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs229.snc1/7625_149336722879_767897879_2684482_5339674_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=141575432551&amp;amp;1&amp;amp;index=1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;Melingkar Perak di Sisi Nadi...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Menjalani kesibukan tanpa arah dalam genangan darah&lt;br /&gt;Membalut lagi ranah yang sudah tertutup tanah&lt;br /&gt;Memandangi batin yang tak terjamah&lt;br /&gt;Mendeskripsikan emosi tersirat pada secercah rona wajah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencalang tafsir mimpi pada barisan waktu penghalang masa&lt;br /&gt;Bersengketa dengan nipah logika kalam dan angkara&lt;br /&gt;Ceceran ingatan ini bukan Urd, Verdandi, atau Skuld&lt;br /&gt;Melainkan sinyal parik pecut prajurit pelanduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghimpun barisan hasrat pada lapangan apel&lt;br /&gt;Saat otak tak lebih baik dari ceret penadah air remasan pel&lt;br /&gt;Siklus hidup tak menjawab semua doa yang tertuang dalam lingkar lilin kapel&lt;br /&gt;Tak juga memberi prozac pada degup keingintahuan cantrik gembel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa ditemani dan ditinggal bisu membuncah serupa gelaran tablo hantu laut&lt;br /&gt;Hamparan cerap netra yang senihil nasionalisasi jutaan lahan gambut&lt;br /&gt;Meraga dalam goresan baja pada plat dengan semangat yang sudah habis terparut&lt;br /&gt;Mencantumkan dua nama pada nadir langkah gontai berselimut kabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=135247692551&amp;amp;1&amp;amp;index=2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102); font-weight: bold;"&gt;It's a Big Hope, Smal Action...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka ada di sekeliling kita tapi tak pernah kita lihat mereka&lt;br /&gt;Menjaring kebebasan kita pada strata limasan&lt;br /&gt;Negara tanpa hirarki berpijak pada awan kelabu utopia&lt;br /&gt;Membenamkan kanal-kanal pemikiran dalam beton pasca ledakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada langgam institusi pendidikan dengan mental politik proyekan&lt;br /&gt;Ladang carang tiruan yang membuahkan anggur asam&lt;br /&gt;Petinggi yang melebamkan wajah anak didiknya dengan guratan ultimatum non-akademis&lt;br /&gt;Yang merekapitulasi setiap harga pembangunan yang tak pernah mereka biayai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk dan nikmati sebelum kami berubah menjadi hantu yang mengaliri kursi dengan desis eksekusi&lt;br /&gt;Yang kecewa pada senandung melayu dari mulutmu yang bau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 51, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suatu Hari Suatu Pagi...Pada Selembar Hentakan Cahaya Beku...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Di kala-kala malam menjadi kalam dan sakral menjadi profan&lt;br /&gt;Sejumput kenangan terbawa angin jalang yang melacur hingga sisi peradaban&lt;br /&gt;Ditengahi lengking-ratap kesakitan&lt;br /&gt;Pada bangsal yang tergeletak pasca anfal yang membikin mual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini semua manusia menjerit&lt;br /&gt;Disaingi derit pintu kebenaran, semua nyawa minta didengarkan&lt;br /&gt;Melalui bait-bait terkutip, melalui foto-foto bernada klise identik&lt;br /&gt;Melalui situs pencahar bahasa yang mendengungkan desah menjadi propaganda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini banal dikonsumsi serupa nasi&lt;br /&gt;Dan terus diungkit kembali, seolah tanggal ekspirasi menjadikan isi kaleng makin bernutrisi&lt;br /&gt;Pada ayah ibu yang terpencar ditengahi anaknya,&lt;br /&gt;Juga pada anak nirajar yang menjauhi akar sanak familinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok, ketika rupa menjadi tua, dan salib memenuhi seluruh lipatan raga&lt;br /&gt;Ketika jiwa dan raga hanya terikat sehelai bulu mata&lt;br /&gt;Ketika berharap hanya sesingkat mengedipkan mata&lt;br /&gt;Mungkin kita telah terlambat menyadari bahwa hidup tidak dapat dipercepat, tidak juga lamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok, ketika fajar menyibakkan mata yang tertutup berhala&lt;br /&gt;Ketika hari kemarin telah menjadi jauh lebih panjang dari jalan ke depan&lt;br /&gt;Ketika meraba momen beku membuat mata tenggelam dan terpejam&lt;br /&gt;Basi kita menyadari, bahwa hidup selalu tentang kurasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;" class="photo photo_center"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=2518113&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=133448252551&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=133448252551&amp;amp;id=767897879"&gt;&lt;img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs209.snc1/7625_131458552879_767897879_2518113_5482191_a.jpg" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Rotten Life, Rotten Apple&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Drawing pen on paper, 15x15cm, 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(102, 51, 102);"&gt;&lt;br /&gt;Setiap Orang Bisa Jadi Cantik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sementara majalah kecantikan membuat anda merasa buruk&lt;br /&gt;Sementara mode membuat anda merasa miskin&lt;br /&gt;Sementara anda memperhatikan noda di wajah lebih banyak daripada memperhatikan asupan gizi&lt;br /&gt;Sementara kapitalisme membuat anda percaya lebih baik mati muda daripada menghadapi penuaan dini&lt;br /&gt;Sementara ketidakpercayaan terhadap karma membawa anda kepada kekurangajaran berlebih&lt;br /&gt;Sementara anda berpikir sudut depresi 45 derajat pada lensa membuat rasio wajah lebih menarik&lt;br /&gt;Sementara "Reg (spasi)" menjadi kitab suci baru dan pegangan hidup&lt;br /&gt;Sementara bioskop menjadi kardiogram kontemporer yang membuat anda yakin anda masih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang sudah cantik&lt;br /&gt;Sementara diri sendiri yang membuatnya buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;K.V&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-99906572184129453?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/99906572184129453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/10/surat-mati-yang-mengingkari-bukti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/99906572184129453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/99906572184129453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/10/surat-mati-yang-mengingkari-bukti.html' title='Surat Mati Yang Mengingkari Bukti'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-184324056104388735</id><published>2009-07-07T06:22:00.003+07:00</published><updated>2009-07-07T07:01:37.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><title type='text'>Kisah Tanpa Jejak Pelaku</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SlKLXiLsFHI/AAAAAAAAADA/VA5ouCMW_DY/s1600-h/IMG_7017.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SlKLXiLsFHI/AAAAAAAAADA/VA5ouCMW_DY/s320/IMG_7017.JPG" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355496143326024818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 238); text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Mencoba menikmati saat-saat paling menenangkan di kosan. 24 Jam merasakan nikmatnya tidur. 24 jam lainnya menikmati saat bangun, bergantian. Udara dingin yang sama, suasana hangat rumah yang mungkin tidak akan pernah dapat diulang lagi. Di sela-sela kesibukan, memundurkan ingatan pada beberapa tahun ke belakang, saat pertama kali menginjakkan kaki di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, sebagai calon mahasiswa Seni Rupa ITB dengan semua keegoisannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Juni-Juli-Agustus, dan lalu, hupla! Semua dimulai begitu saja. Tanpa pernah bermimpi untuk meraih sesuatu. Tanpa pernah bermimpi untuk menggenggam sesuatu. Tanpa pernah terpikir untuk meraih sesuatu. Tapi segala sesuatu itu harus dimulai untuk dijalani. Entah terpaksa, entah terjebak, entah terasingkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Dan sekarang kaki masih berpijak pada bumi Parahyangan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tinggi dikelilingi bebatuan cadas dan pegunungan menjulang. Danau purba yang menyimpan banyak kenangan tak terlupakan. Hari-hari sebagai mahasiswa baru yang disepelekan, hari-hari anak bawang yang tidak dipercaya, hari-hari sebagai teman baru yang diacuhkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Membangun makna lain pada kata &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Bangun Pagi Enak&lt;/span&gt; dan &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Bocah Tengil&lt;/span&gt;. Ikut mencoba tersenyum pada &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Pocari Sweat&lt;/span&gt;, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Eh &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Ikutan Yuk!&lt;/span&gt;, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Potensi&lt;/span&gt;, dan puluhan lainnya. Terima kasih kalian yang mewarnai hidup kami. Tahun-tahun berlalu tanpa terasa, walau getir-pahit, asam-manis, riuh-denyut, dan besar-bangga menodai perjalanan yang tampak begitu saja ditarik oleh garis takdir.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;Terus berjalan dan lalu, kembali pada titik nol. Karena hidup itu panjang, tapi tidak terbatas, seperti lingkaran, berputar dan terus berputar. Jauh, tapi tetap kembali lagi. Jauh dan lebih jauh lagi tapi tetap kembali. Sejauh-jauhnya mencari timur, barat lagi, barat lagi. Dan seperti mereka akan pergi, nampaknya, seperti itu pula mereka akan kembali.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-184324056104388735?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/184324056104388735/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/07/kisah-tanpa-jejak-pelaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/184324056104388735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/184324056104388735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/07/kisah-tanpa-jejak-pelaku.html' title='Kisah Tanpa Jejak Pelaku'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SlKLXiLsFHI/AAAAAAAAADA/VA5ouCMW_DY/s72-c/IMG_7017.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-6862744050429458610</id><published>2009-06-27T09:17:00.006+07:00</published><updated>2009-06-27T10:02:51.624+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia maya'/><title type='text'>"Facebook-'Like This' Campaign", Sebuah Abstrak Pernyataan Perupa Lainnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sudah puas menodai wall orang-orang dengan jempol&lt;br /&gt;pada ujung ibu jari mengangkasa&lt;br /&gt;pada empat jari lainnya berbalik mengarah pada saya&lt;br /&gt;dan kepalan yang tersisa pada wajah kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyadari bahwa kalian bukan film&lt;br /&gt;bahwa cerita kalian lebih bermakna&lt;br /&gt;dari ratusan-ribuan keping dvd dengan banderol Roeper dan Ebert bajakan&lt;br /&gt;bahwa setiap orang hidup dalam kesenangan dan kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa setiap orang memiliki sudut kesendirian&lt;br /&gt;yang tak dapat dimiliki orang lain&lt;br /&gt;karena setiap individu berbeda pada pengalaman&lt;br /&gt;teroksidasi pendidikan non-formal, non-mutual, dan non-ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak perlu mengalami hidup layaknya Nadja Halilbegovich&lt;br /&gt;tidak usah menjalani hari-hari seperti Hersri Setiawan dan Jietske Mulder&lt;br /&gt;karena pun kalian terbahak pada tulisan Raditya Dika karena ke-diri-an-nya sendiri&lt;br /&gt;karena Pidi Baiq pun tidak takut berdiri dengan keanehan hidup apa adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena manusia hidup sebagai percabangan kepentingan dan ideologi&lt;br /&gt;bahwa kesukaan dimulai dari kesukaan pada tingkat kesamaan&lt;br /&gt;dan akui saja bahwa perbedaan yang terjadilah yang menginspirasi kehidupan kalian&lt;br /&gt;akui saja bahwa kalian selalu berusaha memperjuangkan kebedaan yang kalian miliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa kesamaan itu selalu menenangkan&lt;br /&gt;bahwa perbedaan itu layak diperjuangkan&lt;br /&gt;bahwa semua orang memiliki kesamaan dalam menginginkan kedamaian&lt;br /&gt;tapi sering melupakan bahwa orang lain yang berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat satu-satunya kesamaan kita adalah perbedaan&lt;br /&gt;lalu kalian tidak mengakui perbedaan itu dan berusaha menyamaratakan semua&lt;br /&gt;maka kalian yang sebenarnya berbeda&lt;br /&gt;dan mungkin kami yang sebaiknya meratakan kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin sebaiknya saya mengakhiri semua pernyataan ini&lt;br /&gt;pada buncah pikiran Jietske Mulder yang saya kutip:&lt;br /&gt;&lt;blockquote style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;aku merasa seperti sebatang pohon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        kasar dan keras oleh angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        dan badai yang berkembang,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        terbang bunga-bunganya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        ditiup angin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        dan buah-buahnya pun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;        terbuncang ...&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;terima kasih&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-6862744050429458610?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/6862744050429458610/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/facebook-like-this-campaign-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6862744050429458610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6862744050429458610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/facebook-like-this-campaign-sebuah.html' title='&quot;Facebook-&apos;Like This&apos; Campaign&quot;, Sebuah Abstrak Pernyataan Perupa Lainnya'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-4309863123391157351</id><published>2009-06-25T17:21:00.006+07:00</published><updated>2009-07-07T07:09:05.794+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Susu Murni Nasional</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SkNTPJEJMLI/AAAAAAAAACo/GDAQX9Y6l78/s1600-h/3436611902_5cc360467b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 190px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SkNTPJEJMLI/AAAAAAAAACo/GDAQX9Y6l78/s320/3436611902_5cc360467b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5351212301842722994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kali ini kita berangkat dari satu kata, kebodohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata temen gue, “Kalo lo make bahasa yang tinggi dan sulit, justru bakal bikin lo terlihat bodoh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak merasa setuju tapi mencoba-coba buat setuju (karena gue juga ga begitu suka temen gue yang satu ini), maka ijinkan gue untuk bermanuver dengan bahasa-bahasa akrobatis. Sekedar ingin melihat seberapa keren kebodohan gue. Ebiet G. Ade juga toh pernah menggumamkan tentang manusia yang sering bangga dengan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, iya, jangan pernah percaya kalo yang gue tulis sebagai judul itu selalu berkaitan dengan isinya. Mungkin iya, tapi lebih sering nggak. Karena beberapa orang percaya, memikirkan judul membuat kita gagap dalam bercerita. Dan kayaknya gue salah satu dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada yang nggak setuju dengan kata-kata gue, tapi gue juga nggak peduli. Karena gue nggak pernah maksa mereka untuk peduli jadi buat apa mereka maksa gue peduli pendapat mereka. Apalagi gue nggak tau siapa mereka, jadi buat apa mereka sok tau siapa gue?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami nggak beda. Jadi apa yang bikin kami beda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada. Kalaupun ada itu sekedar kelakuan kami untuk melakukan hal yang berbeda dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasionalis kah kami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tau? Raden Saleh Sjarief Boestaman aja masih dipertanyakan soal nasionalismenya. Dia itu orang Indonesia yang terlalu lama di Belanda. Dan kami? Siapa pula kami? Kami orang-orang kelahiran Indonesia dengan budaya campuraduk. Individu multikultur yang banyak disuapi ikon global tanpa logos terjejal. Identitas kami lebih layak untuk dipertanyakan ketimbang angkatan kami yang ikut-ikut memperdebatkan apakah Raden Saleh Sjarief Boestaman nasionalis atau nggak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kita mulai lagi tulisan tanpa ujung pangkal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenernya udah dari tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dulu gue nggak suka minum susu, tapi sekarang, jangan tanya. Nah, cerita satu ini adalah pengalaman di saat gue masih labil, masih bersikeras bilang ga’ doyan susu tapi tetep berangkat sekolah dengan berat hati kalo pagi nggak minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas 3 SD, rumah lama gue dipake juga sebagai tempat kost khusus cewe. Kebanyakan yang nge-kost tuh pengajar di ILP (jadi tau kan asal muasalnya bahasa Inggris gue yang amburadul ini?).  Dan suatu waktu yang nge-kost bukan orang Indonesia pengajar bahasa Inggris, tapi orang Amerika berbahasa Inggris belajar Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi sebelum berangkat sekolah, gelas susu gue udah kosong padahal belum sempet gue minum. Ngeliat si bule berdiri di depan pintu halaman, bikin gue berprasangka ke doi. Dengan yakinnya gue nanya apa doi yang minum tuh susu gue, dan doi bilang nggak. Gue certain masalah barusan ke nyokap gue, eh malah gue yang dimarahin. Nggak sopan katanya. Tapi kalo dipikir-pikir mending tanya langsung daripada mendem gondok ternyata salah orang. Tapi itulah mungkin budaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;éwuh pekéwuh&lt;/span&gt; a la Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong soal rumah gue yang dulu, ada satu cewe yang paling awet nge-kost di sana, namanya Dianti, alias DJ. DJ bukan profesinya dia, cuma nama panggilan. Soalnya tanda-tangannya kalo diliat sekilas, kebaca kayak DJ. Ga tau betah atau males, yang jelas dia baru memutuskan untuk pindah waktu rumah itu dipugar. Yang tentunya gue sekeluarga juga harus ikut pindah ke rumah gue yang sekarang ini. Yah, toh itupun juga bukan rumah keluarga gue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mbak DJ ini orangnya rame, mau jam 11 malem juga dia masih aja rame. Nggak ada orang dia juga tetep rame. Waktu henpon blom se-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bérécét &lt;/span&gt;sekarang, tangga besi di samping kamar gue selalu bergemuruh setiap kali nyokap habis teriak “DJ!”. Apapun itu lah, tapi heran, kalo udah jam 8 biasanya tiap kali telpon rumah bunyi, selalu lanjutannya teriakan, “DJ!”. Kalo sekarang dipikir-pikir lucu juga kalo didenger sama tetangga. Mungkin salah satu dari mereka dulu pernah ada yang komentar, “Wah, keluarga si Koko &lt;span style="font-style: italic;"&gt;okem&lt;/span&gt; betul yak!”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue sering pinjem komik-komik Misurind jadul punya dia. Dari macem-macem judl yang gue pinjem, yang paling gue inget ya Hoem-Pa-Pa, komik paling tolol, tentang jagoan Indian bongsor (kayaknya sih suku Mohican) yang temenan sama orang Amerika. Detil ceritanya gue lupa, tapi kalo dibandingin sama Asterix &amp;amp; Obelix, Hoem-Pa-Pa lebih ngocok. Bertaburan panel adegan nggak penting, seolah ketidak pentingan itu wajar. Terselip di antara detil latar, ekspresi, ucapan, tingkah laku, hingga plot cerita. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Like this!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya pengajar les bahasa Inggris di rumah = punya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;game-objective’s translator&lt;/span&gt;, apalagi kalo RPG. Haha. Gue emang bodoh dalam hal memanfaatkan potensi orang secara maksimal, sekaligus paling pinter mengerjakan hal-hal ga penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang gue udah kuliah, dan dia sudah menikah. Selamat ya Mbak, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahniah&lt;/span&gt; kalo kata orang malingsiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dan tadi malem gue ngimpi keren. Di mimpi itu gue mainin bagian drum dari suatu lagu pake sendok dan garpu plastik diketokin di meja. Masuk ke bagian &lt;span style="font-style: italic;"&gt;synth&lt;/span&gt; ada Cadut, pake (semacem?) kibor biru kecil dari jelly dengan tuts transparan warna-warni. Di bagian vokal ada Danu (yang ketua angkatan), tapi dia nggak nyanyi vokal itu keluar dari buku dongeng buat anak kecil yang dia bawa, yang kalo dipencet ada suaranya. Anak-anak yang lain muncul satu-satu dari tirai hitam dengan hiasan kain emas bermotif di sekeliling kami, trus ikutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;képrok&lt;/span&gt;, foto-foto, nyanyi, joget. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kobé&lt;/span&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;lah pokokna mah&lt;/span&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bingung?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namanya juga mimpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk penghujung lagu, gue mulai sadar. Dan waktu lahnya beres saat itulah gue 90% bangun. Aduh, sial. Gue liat komputer gue dan di Winamp gue buka file info lagu itu karena mata gue masih burem. Trus gue berharap tidur lagi, lanjut mainin lagu berikutnya. Tapi ternyata nggak bisa. Sial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba cari albumnya &lt;span style="color: rgb(51, 204, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Flaming Lips - Yoshimi Battles the Pink Robots&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;trek nomer 7,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Are You a Hypnotist.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Udah? Itu lagu yang masuk ke mimpi gue. Dan sebenernya semua suara di situ produk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;synth&lt;/span&gt; semua. Jadi aneh juga kalo gue main drum. Lebih anehnya lagi, lagu aslinya sama apa yang gue inget dalam mimpi sama persis (kecuali di bagian &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;fade in &lt;/span&gt;sebelum &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;reverb drum&lt;/span&gt; di awal) termasuk bagian nada sumbang yang di mainin Cadut atau &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;roll&lt;/span&gt; aneh yang gue mainin. Semua yang bisa gue inget, bahkan 12/12 (udah nggak 11/12 lagi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Herannya, di mimpi kayaknya beneran kami yang mainin. Visual sama beat itu 100% klop. &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Roll&lt;/span&gt; sama &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;reverb&lt;/span&gt; di bagian drum nyambungnya edan. Kerasa kaya emang suara itu muncul karena gue mainin, ga kerasa kaya lagi denger suara spiker komputer dan terus kita berusaha nyesuain beatnya. Kayak kita bisa ngeramalin beat 2-3 detik di depan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Freak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur aja gue nggak banyak melakukan akrobat bahasa. Tapi apa kalian sudah merasa bodoh?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-4309863123391157351?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/4309863123391157351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/susu-murni-nasional.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/4309863123391157351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/4309863123391157351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/susu-murni-nasional.html' title='Susu Murni Nasional'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SkNTPJEJMLI/AAAAAAAAACo/GDAQX9Y6l78/s72-c/3436611902_5cc360467b.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-8201325634334089014</id><published>2009-06-13T07:08:00.007+07:00</published><updated>2009-10-20T00:09:18.892+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='linglung buana'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><title type='text'>Metafor Kostum: Suatu Teori Retoris</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Avant-Propos:&lt;br /&gt;Pemikiran ini dimulai di WC seni rupa samping ruang seminar. Di saat tangan kanan sedang rileks dan tangan kiri sedang bersiap pada hal selanjutnya. Itu kalau menurut pendapat temen gue, Zaldy (yang nggak pernah di tes kebenarannya secara sah dan laik).  Dan kata dia juga kalau dalam momen ini otak berada pada tahap paling inspiratif. Atau mungkin dalam tataran bahasa yang lain, psikologi seni seni misalnya, hal ini dijelaskan sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;regression service of the ego&lt;/span&gt; yang menjelaskan tahap inspirasi seorang seniman, untuk membedakannya dengan orang dengan keterbelakangan mental (Bu Irma, bener nggak nih Bu?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoek, jorok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi kompleks pada kedua hemisphere otak mulai melantur pada gelombang lamat-panjang. Melihat celana yang tergantung mengingatkan gue pada Clark Kent yang berganti baju secepat kilat pada sembarang boks telfon di metro (heran bajunya nggak pernah sekalipun rusak). Bukan merek baju tangguh itu yang akan gue bahas. Bukan pula perihal celana dalam salah pasang. Tapi sesuatu yang lebih dalam, makna lain yang tersembunyi di balik kostum itu. Hal yang secara khusus juga terjadi pada Peter Parker, Bruce Wayne, Barbara Gordon, Dinah Lance, Dick Grayson, Jason Todd, Tim Drake, Stephanie Brown, Damian Wayne, dan entah siapapun itu (karena gue cuma pernah baca via wikipedia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari satu kata kunci: kostum, yang tiba-tiba terlintas saat gue ngegantungin celana. Berlanjut pada rentetan pertanyaan semrawut:&lt;br /&gt;Ada apa dengan kostum itu?&lt;br /&gt;Kenapa mereka berkostum?&lt;br /&gt;Apa arti kostum tersebut bagi orang-orang di sekitar mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan "pra-sejarahnya" sih lagi-lagi berangkat dari semangat amerika yang terbuai heroisme pasca kemenangan mereka di PD II. Sadar nggak kalo kebanyakan warna kostum superhero di awal terutama yang  jadi maskot, itu didominasi merah, biru, dan putih? Tapi (entah pernah ditulis sebelumnya atau belum gue ga peduli) akhirnya gue terjebak dalam pendapat konyol. Gue nganggep yang bikin kostum tuh si tokohnya, bukan pengarangnya. Selanjutnya gue menitik beratkan kostum pada permasalahan topeng. Maka gue menerima beberapa hipotesa, bahwa mereka berkostum karena alasan:&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;1. Takut&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;2. Low profile&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;3. Terlihat keren&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;4. Nggak pede-an&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 204);"&gt;5. Pelampiasan alter ego&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun itu lah ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenernya apapun alesan pra penciptaannya, tapi toh perjalanan cerita (akhirnya) menjelaskan bahwa kostum itu melindungi orang-orang di sekitar mereka. Alasannya sederhana, kostum itu adalah topeng. Akhirnya yang gue maksud topeng di sini ga cuma sekedar suatu lapisan yang berfungsi menutupi wajah. Lebih dari itu topeng menutupi seluruh kepribadian si karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Person&lt;/span&gt; yang kalau disandingkan dengan bahasa Indonesia sepertinya cocok dengan kata orang, atau yah, sesosok pribadi (dengan kepribadiannya), akar katanya dari&lt;span style="font-style: italic;"&gt; persona&lt;/span&gt;. Arti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;persona &lt;/span&gt;sendiri ada beberapa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;1. Karakter yang dimainkan oleh seorang aktor&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-style: italic;"&gt;2. Peran sosial&lt;/span&gt;, atau yah (maaf lagi lagi),&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;3. Topeng&lt;/span&gt; (makasih buat mas Wiki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh, sialan. Akhirnya gue kecemplung dalam kasus etimologi bahasa. Tapi, mari persilakan gue bersikap sok seniman dalam mengerucutkan permasalahan secara sepihak. Maksud gue kostum akhirnya menjadi penanda kemunculan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alter ego&lt;/span&gt; dari tokoh komik tersebut. Sebutlah si &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alter ego&lt;/span&gt; di sini merupakan sosok pahlawan bagi banyak orang. Misalnya Robin yang merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alter ego&lt;/span&gt; Tim Drake. Tapi dalam cerita ini, berapa banyak orang sih yang tahu kalau Tim Drake itu Robin the Wonder Boy?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tadi akhirnya membawakan jawaban pada tiga pertanyaan sebelumnya. Tanpa kostum, Tim Drake yang beraksi di tengah malam akan hidup dengan ketakutan keesokan siangnya, saat dia sadar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;super villains&lt;/span&gt; yang dia ringkus semalam akan menuntut balas.  Ah, tapi sayangnya Tim Drake dan penerusnya toh juga mati pada akhirnya, meninggalkan Bruce Wayne yang secara ajaib terus abadi ditemani Alfred Pennyworth dan Lucius Fox. Oh iya, tolong kesampingkan kasus karakter komik amerika yang selalu saja hidup lagi, berapa kalipun dia dibunuh dan diberitakan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keparat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ayo lanjut. Semakin sedikit orang tahu identitas asli Robin, semakin aman pula orang-orang yang dekat dengan kehidupan Tim Drake. Kenapa? Coba ingat film-film india di mana entah ada berapa banyak Inspektur Vijay yang harus kerepotan membebaskan keluarganya dari cengkraman musuh. Satu hal yang pasti (selain jangan berikan anak kalian nama Vijay kalau kalian mau hidup tenang di hari tua), bahwa kostum itu juga melindungi identitas orang-orang terdekat si pahlawan. Katakan Matt Murdock sedang bersembunyi di amazon, maka akan mudah memancingnya keluar dengan menyandera (mungkin) tetangganya atau salah satu klien favoritnya. Apalagi di zaman modern seperti ini, di mana semuanya bisa di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;googling&lt;/span&gt;. Nah, sekarang kita sedikit mengerti kenapa Bruce Wayne itu playboy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuas diturunkan, dan air menggelontor seluruh isi jamban. Hmmm, sepertinya cukup sudah pemikiran malam yang melantur ini. Tolong jangan bantah teori gue, karena gue egois. Lagian gue juga udah bilang teori ini retoris.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-8201325634334089014?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/8201325634334089014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/metafor-kostum-suatu-teori-retoris.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/8201325634334089014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/8201325634334089014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/metafor-kostum-suatu-teori-retoris.html' title='Metafor Kostum: Suatu Teori Retoris'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-6322982372001015567</id><published>2009-06-12T06:17:00.003+07:00</published><updated>2009-06-13T07:08:03.928+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Kilometer Tanpa Ujung di Titik Nol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Saya tidak tahu sebanyak apa orang yang menganggap saya kawan.&lt;br /&gt;Saya tidak peduli kalian peduli pada saya atau tidak sama sekali.&lt;br /&gt;Tapi saya mengkoptasi kalian kawan saya, saat kalian peduli pada sesama kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mengenal politik tapi saya inginkan revolusi.&lt;br /&gt;Saya tidak peduli apa kalian mengenal politik atau tidak sama sekali.&lt;br /&gt;Tapi saya yakin revolusi untuk membenahi dunia ada bersama tiap kebaikan yang kita berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukan pejuang dan hanya sanggup bermimpi.&lt;br /&gt;Saya tidak juga memaksakan mimpi saya pada kalian.&lt;br /&gt;Tapi ternyata hal itu menjadikan diri saya bermanifes dalam pikiran kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak dapat banyak bicara tapi saya bisa tersenyum.&lt;br /&gt;Saya tidak keberatan jika memang kalian pemurung atau pencemburu.&lt;br /&gt;Tapi kalian pasti lebih memilih untuk membeli senyuman saya daripada kepalan tangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak peduli kalian memikirkan saya atau tidak.&lt;br /&gt;Saya tidak membutuhkan eksistensi seperti itu.&lt;br /&gt;Tapi banyak hal baik dimulai dari satu pikiran baik dan saya sedang bernyanyi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malas mengakuisisi konklusi dalam tulisan ini.&lt;br /&gt;Saya juga tidak berniat menjastifikasi nilai moral apapun.&lt;br /&gt;Tapi sepertinya kalian akan kembali pada judul untuk menemukan apa tujuan saya.&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-6322982372001015567?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/6322982372001015567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/kilometer-tanpa-ujung-di-titik-nol.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6322982372001015567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6322982372001015567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/kilometer-tanpa-ujung-di-titik-nol.html' title='Kilometer Tanpa Ujung di Titik Nol'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-594540978073407654</id><published>2009-06-12T01:55:00.004+07:00</published><updated>2009-06-13T07:08:28.581+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Nasi Goreng Aneh...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah menurunkan karya-karya pameran ArtProprietor dari galeri C.M.N.K; gue, Magi, Majong, Danuh, plus Aul makan di kedai (kedai~, bahasa taun kapan nih? hahaha!) Rupa Rasa, Cigadung. Danuh, Magi, Majong milih nasi goreng oriental. Gak mau dibilang sama, gue minta nasi goreng nanas. Tapi Aul keburu dateng dan mesen nasi goreng nanas juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan dengan sisa dana yang kami terima. Oke, itu baru yahud. Gak perlu Sushi Tei, karena kami tahu itu mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke mobil saat perut sudah kenyang. Apa yang akan kami bahas malam ini? Nggak ada? Nggak juga. Ternyata kami membahas pacar teman kami yang tidak lain masih teman kami juga. Bukan, bukan masalah dunia ini sempit, bukan juga teman kami terlalu banyak. Bahkan salah kalau pertemanan ini efek jejaring sosial serupa fesbuk, plurk, twitter, atau apapun itu namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya mantan dari pacar teman kami itu kecewa berat setelah mantannya jadian lagi. Perlu diketahui mantan pacar teman kami itu bukan teman kami, tapi kami hanya mendengar kabar, dan sekarang gue certain buat kalian. Bingung dengan logika bahasa gue? Oke, gue nggak peduli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si mantan diputusin gara-gara nggak seru (ah, alasan apaan tuh?). Si mantan terlalu sabar ceritanya. Dan si pacar baru emang nggak bisa dibilang baik-baik juga sih. Tuk-tuk berceletuk, kami mulai angkat bicara saling menimpali, hingga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A: “Jadi cowo terlalu sabar, diputusin gara-gara nggak seru.”&lt;br /&gt;B: “Sulit ya?”&lt;br /&gt;A: “Jadi cowok urakan diputusin karena nggak pernah perhatian.”&lt;br /&gt;C: “Sepakat!”&lt;br /&gt;A: “Jadi cowok ganteng, ada selingkuhan.”&lt;br /&gt;C: “Hehehe.”&lt;br /&gt;A: “Blah! Cewe bilang cowo susah dimengerti.”&lt;br /&gt;B: “Begitu pun sebaliknya.”&lt;br /&gt;C: “Cowo bilang cewe susah dimengerti.”&lt;br /&gt;A: “Tapi kalo cowo udah frustrasi, cowo jadi bilang cowo susah dimengerti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kami tertawa merespon kata-kata barusan. Kata-kata yang mungkin kalian nggak paham di bagian mana lucunya. Yah, memang nggak lucu. Tapi satir.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-594540978073407654?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/594540978073407654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/nasi-goreng-aneh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/594540978073407654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/594540978073407654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/nasi-goreng-aneh.html' title='Nasi Goreng Aneh...'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-5000890491911249715</id><published>2009-06-06T20:14:00.006+07:00</published><updated>2009-07-07T07:10:19.668+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Tertawa Harusnya Membudaya, Bukan Sesuatu Yang Terjadi Karena Dipaksakan, Apalagi Garing.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu Avant-Propos yang merangkap judul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan meriang karena kebanyakan begadang. Hari ini gue ketiduran hampir sebelas jam. Dan bukan ketiduran lagi pastinya. Rencana mau balik ke kosan dan menikmati malam. Biar komputer sedang rusak, tapi yang penting bisa menyemarakkan kasur yang menurut gue paling nyaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru banget gue bangun tidur Iqi sms. Ujung-ujungnya ya sms gue pada jam 18:36:23 tertanggal 6 Juni 2009, yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Oh, nitip makanan apapun lah Qi, yg ptg nasi. Tnx bgt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke toilet, pas balik ketemu Bonggal, ngobrollah kita. Kebetulan gue lagi masak air maka gue tawarin dia kopi, tapi dia nggak mau. Jadinya gue tawarin dia susu, dan dia mau. Ya, sebaiknya anak grafis memang selalu sedia susu, karena menetralisir atau seenggaknya mengurangi racun yang masuk ke tubuh. Ah, menunggu air mendidih, gue ngeluarin gelas dari loker, tak lupa sambil kami mengobrol dengan kesibukan sampingannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut takaran di pouch susu itu, satu pouch bisa untuk 5 gelas susu, tapi gue rasa gue dan Bonggal agak sedikit serakah. Dua gelas untuk kami berdua dan apa yang tersisa hanya tinggal sekitar 1/5 volume awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air dituang. Diaduk. Tapi nggak bisa langsung diminum. Nyante lah. Lima menit kemudian: &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"Wah, bwajingan 'i! Nduweku manis banget 'e. Yen aku we semene wis manis opo meneh sing kowe."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu dia Bonggal. Apa yang dia maksud adalah, susu yang dia buat itu udah manis banget (jelas, volume air dengan susu aja nggak sepadan), apalagi punya gue. Yang tentu saja lebih banyak dari dia. Tapi, iyakah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm, enak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"Wah, 'po iyo? Wah, yen aku pancen 'ra seneng yen legi banget. Mbleneg!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak lama Iqi datang. Ternyata Bonggal pun menitip makanan. Gue bayar, Bonggal bayar, Iqi ngasih kembalian, dan makanlah kita. Tidak lama Magi datang dan makan pula dia. Kami makan sambil lagi-lagi tertawa, menertawakan diri sendiri dan orang lain. Hari ini jarang ditemukan orang tertawa, jadi mumpung sempat kami yang menertawakan mereka, tertawa untuk mereka, dan tertawa pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan waktu gue liat note kapur yang gue tinggalin kemarin, ternyata bunyinya udah berubah, dari yang tadinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Boleh gagal tapi jangan lupa dibersihin lagi! Jangan kebiasaan nyisain tinta!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Boleh gagal tapi jangan lupa dibersihin lagi! Jangan kebiasaan nyisain cinta!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke juga tuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jangan paksa kami melakukan hal yang akan kami sesali&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Karena setiap detik dalam hidup ini merupakan garis demarkasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-5000890491911249715?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/5000890491911249715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/tertawa-harusnya-membudaya-bukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/5000890491911249715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/5000890491911249715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/tertawa-harusnya-membudaya-bukan.html' title='Tertawa Harusnya Membudaya, Bukan Sesuatu Yang Terjadi Karena Dipaksakan, Apalagi Garing.'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-2095040759891357539</id><published>2009-06-06T04:19:00.005+07:00</published><updated>2009-06-06T20:28:32.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><title type='text'>If You're a Printmaker, Act Like One...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Avant-propos...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai mengisi kertas canson A3 kosong dengan goresan pensil. Mencoba memuntahkan apa yang sudah gue cerna. Dan nggak bisa. Mual ini nggak tertahan lagi. Akhirnya gue mencoba berkeliling studio. Dan di salah satu easel gue nemu tulisan dengan media kapur: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gagal!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wanying! Apa-apaan si nih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue baca tulisan itu sama temen gue yang lain, yang kebetulan lagi ada di situ. Penasaran dengan apa yang bikin gue komen kaya gitu, dia langsung nyari tau (dan akhirnya tau).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ini (yang nulis) lagi ngerjain karya grafis dengan teknik konvensional tentunya. Asumsi dasar yang gue pegang kalo dia sampe nulis kaya gitu, berarti: terjadi kesalahan teknis dalam pengerjaan plat, atau faktor lain di mana karya gagal untuk dijadikan edisi (minimal berdasarkan tuntutan kuota pribadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara untuk memastikan apa yang dia maksud lewat tulisan itu adalah dengan ngeliat hasil cetakannya itu sendiri. Akhirnya berdua kami nyari karya yang lagi dia kerjain. Ketemu, dan baru kami mulai menganalisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan pertama:&lt;br /&gt;Gue: "Hah?"&lt;br /&gt;Temen gue: "Lha, ini apanya yang gagal?"&lt;br /&gt;Gue: "Hmm..."&lt;br /&gt;Temen gue: "Oh, platnya kebalik ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan kedua:&lt;br /&gt;Temen gue: "Lha ini biasa aja..."&lt;br /&gt;Gue: "..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan ketiga:&lt;br /&gt;Temen gue: "..."&lt;br /&gt;Gue: "..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan keempat dan seterusnya:&lt;br /&gt;Gue: "Ya, ya, ya..."&lt;br /&gt;Temen gue: "Oke, oke... Gak usah ditanyain lagi lah ye..."&lt;br /&gt;Gue: "Ah, norak amat! Mau dia jago kayak apa juga sama aja boong kalo kayak gini. Namanya printmaker ya harus proofing lah. Gaya amat nggak pake proofing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak ini ngerjain edisi dengan teknik yang bikin dia harus 'ngerusak' plat untuk nyetak warna yang baru. Artinya, dia nggak mungkin nyetak warna sebelumnya lagi. Dari apa yang gue liat, masalah ada di setting mesin press, yang miring sebelah. Tapi herannya kenapa sampe harus gagal sebanyak itu baru dia nyadar letak masalahnya (atau cara ngakalinnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang bikin gue paling jengah waktu liat roller, papan press, sama batu litho yang dipake buat nyampur warna semuanya serba biru. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shit!&lt;/span&gt; Ya, emang nggak biru-biru amat, tapi biar dikit juga kalo tinta masih nyisa di alat gitu efeknya malah nggak akan bagus. Bikin semua nggak akan bener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan deh sebut gue sok seniman auratik yang salah zaman, sok perfeksionis atau apapun. Tapi gue nggak peduli. Soalnya ga mungkin kalo yang ngomong gitu tau cara ngejaga kebersihan. Waduk (bohong) lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue nggak tahan ngeliat semuanya. Tapi gue juga males ngebersihin. Batu litho tempat nge-roll tinta itu kotor, penuh nuansa biru. Sejaman-jaman batu litho nggak pernah sampe segitu joroknya. Cukup tau aja dah. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ngehe!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya gue minta tolong temen gue buat ngangkat papan press dan kami ngebersihin bedua doang malem itu. Gue semprot roda-roda, baut, as roller, sama joint mesinnya pake WD40 plus diminyakin lagi. Apa boleh buat lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas apa yang gue rasain malem ini dan apa yang gue alamin, gue akhirnya memutuskan buat nulis note agar semuanya bisa baca&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, &lt;/span&gt;plus satu tulisan kapur lain di bawah tulisan temen gue itu (tapi gue males nulis lagi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pesan Dari Conrad...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mesin cetak itu adalah teman kita yang terbaik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mereka ada bahkan sejak jaman dosen-dosen kita masih kuliah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mereka masih bisa bekerja dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Jadi jangan salahkan mereka untuk kegagalan yang kalian terima.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Memang umur mereka sudah tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Tapi mereka masih dapat mengerjakan tugas mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Memang mereka sudah renta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Tapi mereka tetap labih dari sekedar onggokan instrumen besi belaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mereka masih setia menemani kita di setiap waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Di setiap tengat semester, di sepanjang tahun sejak kita masuk hingga nanti kita beranjak dan mungkin kembali lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Kita membutuhkan mereka, begitu pula adik-adik kita nanti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mungkin juga kalian di suatu kesempatan lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Mungkin kalian nanti bisa dengan gampangya pergi meninggalkan mereka tanpa pamit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Tapi bagaimana dengan adik-adik kita yang belum mengenal mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Adalah kewajiban kita untuk mewariskan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Adalah keharusan kita berbagi nyawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Bahwa proses berkarya merupakan suatu ritual.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Bahwa setiap peralatan yang kita punya merupakan modal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sadari keberadaan mereka di sana sebagai anugrah atas kekurangan kita untuk memiliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Sadarilah bahwa mereka merupakan akses menuju kemudahan, walau jangan pula sampai terninabobokan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Rawatlah mereka, peliharalah mereka, bersikap baiklah pada mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Atau setidaknya mulai dari bertanya "di mana letak kelalaian saya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Setiap kali hasil cetakan yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena adalah bodoh untuk memaki mesin yang tidak bernyawa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena setiap hal kecil dalam instrumen grafis menentukan hasil akhir karya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena satu kelalaian berpotensi pada kegagalan sia-sia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena bukan tangan kalian yang mengaplikasikan tinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena bukan karena kecerdasan kalian hingga warna itu ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena seni grafis adalah ars multiplicata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Selalu persiapkan diri sebelum berkarya, dan jangan pernah kehabisan tenaga sebelum semua kembali seperti sedia kala.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Selalu lakukan uji coba sebelum akhirnya beranjak pada edisi pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Selalu jajarkan setiap cetak karya agar kalian tahu letak kekurangannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Saat semua orang mendewakan kemudahan dan melarikan diri pada era digital.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Bukan merupakan kutukan jika kita harus memahami teknik konvensional.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena langgam dan instrumentasi setiap studio berbeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Dan dalam studio kita, berbagi merupakan irama tanpa jeda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Untuk semua alat yang ada di sana adalah hak kita untuk menggunakannya tanpa kita harus membeli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Jadi selalu bersihkan mereka kembali seperti saat sebelum kita gunakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Jika alasan digunakan orang lain menjadi pembenaran kalian enggan membersihkan dan duduk berpangku tangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Maka ucapan terimakasih pertama selayaknya dilayangkan pada kalian untuk setiap keberhasilan dan jerih payah adik-adik kita mendatang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Akhirnya, seperti apa yang tertulis dengan tinta merah pada mereka untuk kalian ingat:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Mencetaklah sepuasnya, setelah itu bersihkanlah sebersih-bersihnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Karena itu semua bukan pajangan belaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Maka, saat kalian berada pada lantai grafis, bersikaplah selayaknya seniman grafis. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-2095040759891357539?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/2095040759891357539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/if-youre-printmaker-act-like-one.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2095040759891357539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2095040759891357539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/if-youre-printmaker-act-like-one.html' title='If You&apos;re a Printmaker, Act Like One...'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-1968772807082758028</id><published>2009-06-04T07:52:00.003+07:00</published><updated>2009-06-04T09:26:33.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Mereduksi Kebosanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menulis lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, apa yang anda, eh, maaf, elo harapkan hari ini? Gue mengharapkan hari ini berjalan lucu. Ha. Sebenarnya jujur aje dah, gue punya tugas kritik seni yang harus dikerjain, tapi setelah 3 jam nggak jelas di depan komputer, gue memilih untuk onlen dan menggampar dunia maya. Lalu, voila! Nikmati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang lo pikirkan kalo menghadapi kata &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 204, 0);"&gt;PAPAN KENYATAAN&lt;/span&gt;? Tadi malem Iqi nanya itu ke gue, Danuh, Arif, dan Aul. Di sela-sela tawa sebagai pertanda ketidakseriusan kami dalam mendisplay pameran di CMNK untuk malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban gue? Papan MDF buat alas gambar.&lt;br /&gt;Danuh? Papan skor pertandingan sepak bola.&lt;br /&gt;Arif? Arif nggak jawab, keburu tua, jadi akhirnya gue dan Danuh yang mengutarakan isi hati Arif untuk menjawab pertanyaan ini. Suatu hal yang tidak akan pernah sempat ia sampaikan sampai akhir hayatnya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tenang Rip, kami masih peduli padamu sampai kapan-kapan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Aul? Gue lagi di WC waktu Aul ngejawab. Bukannya Aul nggak penting, tapi apa yang udah berada di ujung tanduk adalah yang paling penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa sebenarnya makna papan kenyataan itu? Ternyata menurut cerita Iqi, itu adalah bahasa Malingsia untuk papan pengumuman. Astaga! Dan mulailah kami kembali mengigau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekolah di Sekolah Menengah Nyata."&lt;br /&gt;"Periksa ke klinik dokter nyata."&lt;br /&gt;"Jadi kita harus naik angkutan nyata."&lt;br /&gt;"Hidup di dunia umum."&lt;br /&gt;"Hal-hal nyata dan tak asing lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, ya. Keumumannya kami memang tertawa dengan tidak jelas tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-1968772807082758028?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/1968772807082758028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/mereduksi-kebosanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1968772807082758028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1968772807082758028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/06/mereduksi-kebosanan.html' title='Mereduksi Kebosanan'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-6884827798646445637</id><published>2009-05-20T15:47:00.007+07:00</published><updated>2009-05-20T16:56:08.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Garis Demarkasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengisi kekosongan ruang dan waktu di kepala. Lalu setelah penuh membuangnya. Dan apa yang gue lakukan sekarang adalah membuang sedikit dari kepenuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari belakangan ini gue skip beberapa detik dari detak jantung normal gue. Yeah, gue merasakan gue masih hidup. Ada akibat dan ada sebab. Maksud gue, gue sendiri nggak tau apa yang lagi gue pikirin. Ada sih, tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela kegelisahan TA yang gue rasakan (entah itu beneran gelisah atau beneran males) gue nggak menemukan satu saat terkecilpun dalam hitungan nanosekon untuk menghingar-bingarkan kepala ini dengan medium distorsi lain.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap orang ingin berbicara. Setiap orang butuh bicara, dan apa yang gue tulis di sini sekarang emang merupakan produk pikiran dengan justifikasi pribadi. Jebolan paragraf berlabel ego, mungkin. Nggak bener-bener jebolan, karena ada hal-hal yang emang harus ditahan untuk tidak dikeluarkan. Hal-hal personal yang nggak akan dipahami orang lain. Dan jika orang lain bertanya dan memberikan argumen seolah hal-hal pribadi tersebut adalah konsep dan harus dilacak kebenarannya seperti menggali liang kubur pada teritori literatural lawakan. Katakan saja "fuck you!" pada mereka tanpa perlu mengacungkan jari tengah. Oke, mungkin pendapat gue ini salah, tapi gue rasa juga nggak terlalu salah. Coba pikirkan, kalo lo memiliki satu masalah, mungkinkah lo ngebiarin semua pendapat masuk tanpa tersaring seolah semua itu penyelesaian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi gue nulis apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tenggat waktu dan beberapa karya harus gue beresin. Titipan kepentingan orang-orang yang berkepentingan, pada koptasi modernisme yang menghadirkan kebutuhan pribadi yang tidak dapat dibantah. Mereka "autis". Dan lalu gue yang mengangkat mereka menjadi selebritas baru. Nggak bener-benar selebritas, karena seperti program sejenis Cek en Ricek, setiap selebriti digoreng dahulu dalam minyak "kasus". Baru setelah itu mereka dilemparkan pada publik. Seolah mereka harus bertanggung jawab pada dunia yang menyaksikan mereka, sadar atau tidak, atas "kesalahan" yang mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, siapa penjahatnya? Hahaha, tidak ada penjahat yang menjadi penjahat untuk menciptakan kebaikan. Mungkin karena saat seseorang mengangkat topiknya dari kesalahan orang lain, dia menjadi penjahat. Atau mungkin saat satu jari kita menunjuk pada orang lain, tiga jari yang lain mengacung pada diri kita, dan jari yang lain menghujam entah siapa dan kemana, menciptakan korban berikutnya. Perjalanan panjang rantai penyaliban yang tak dapat kita koyak. Apapun filosofinya, keadaan ini tanpa solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika 145 menjadi embrio untuk memori yang memuakkan, maka mereka tidak lagi dapat dimaknai sebagai suatu angka. Sama saja seperti Re, lalu naik menjadi Do pada oktaf ke dua dan turun satu not dalam dua ketukan berikutnya. Tidak ada lagi makna pada ringtone pentatonik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/ShPRmdtFe5I/AAAAAAAAACY/fklDsyfTxBM/s1600-h/Garis-Demarkasi-%235.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 196px; height: 143px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/ShPRmdtFe5I/AAAAAAAAACY/fklDsyfTxBM/s400/Garis-Demarkasi-%235.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337840442103135122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/ShPRmoGJkjI/AAAAAAAAACg/AIoOcOYoFr0/s1600-h/Garis-Demarkasi-%2312.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 197px; height: 145px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/ShPRmoGJkjI/AAAAAAAAACg/AIoOcOYoFr0/s400/Garis-Demarkasi-%2312.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337840444892615218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-6884827798646445637?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/6884827798646445637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/05/garis-demarkasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6884827798646445637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/6884827798646445637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/05/garis-demarkasi.html' title='Garis Demarkasi'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/ShPRmdtFe5I/AAAAAAAAACY/fklDsyfTxBM/s72-c/Garis-Demarkasi-%235.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-8822200838369028143</id><published>2009-02-02T20:24:00.002+07:00</published><updated>2009-02-02T22:00:52.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><title type='text'>Jurnal Senirupa...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedang bosan di studio jadi pulang ke kosan. Bukan karena ada pengumuman yang menginap diberikan sanksi dan akan diproses (menurut hukum pak dekan). Menutup mata sejenak, dan la voila! Ternyata tidak sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oakley. Mari sejenak kita tinggalkan segala basa-basi. Selamat datang di era kontemporer, dimana semua bisa menjadi mungkin. Ahey.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebosanan mulai menerawang di dalam kepala sejak detik kesekian setelah mata terbuka penuh, yang berarti beberapa puluh menit sejak resonansi otak tidak lagi berada dalam wilayah gelombang beta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyalakan komputer, dan ternyata ada banyak folder dokumentasi yang masih perawan. Alih-alih mandi, semburat warna imajiner dari adop fotosyop memanggil raga untuk duduk kembali di atas tempat tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yak, selamat! Anda akan melewatkan waktu yang panjang dalam posisi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-h.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2068/164/21/767897879/n767897879_1374359_409.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 106px; height: 162px;" src="http://photos-h.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2068/164/21/767897879/n767897879_1374359_409.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-e.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2051/164/21/767897879/n767897879_1374292_2174.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 112px; height: 174px;" src="http://photos-e.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2051/164/21/767897879/n767897879_1374292_2174.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos-f.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2068/164/21/767897879/n767897879_1374333_872.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 112px; height: 169px;" src="http://photos-f.ll.facebook.com/photos-ll-snc1/v2068/164/21/767897879/n767897879_1374333_872.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mau liat karya lainnya? &lt;a href="http://www.facebook.com/album.php?aid=60089&amp;amp;id=767897879&amp;amp;ref=mf"&gt;Ini&lt;/a&gt; ada link &lt;span style="font-style: italic;"&gt;via&lt;/span&gt; fesbuk. Artinya kalian harus &lt;span style="font-style: italic;"&gt;login&lt;/span&gt; dulu untuk bisa melihatnya. Maaf yah, kalau gue tidak jago dalam hal leyaut blog.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya photo editing ini bisa terjadi karena ingin mempublikasikan beberapa kegiatan berbau kampus seni rupa ITB yang pernah gue dokumentasikan. Tanpa ada keinginan untuk menampik anggapan si bapak dekan bahwa mahasiswa seni rupa banyak melakukan hal yang tidak berguna khususnya malam hari. Tapi seandainya beliau tetap berpendapat seperti itu ya itu sah-sah saja, toh gue nggak akan meminta maaf. Lagipula mau dan cenderung tidak mau, beliau yang sekarang ini tetap dekan fakultas seni rupa ITB. Setidaknya dia masih mau bilang sayang, bangga, dan cinta kepada kami para mahasiswa yang kurang ajar ini, walaupun hanya sebatas dalam pembukaan pameran. Dasar kami mahasiswa tak tahu diuntung, air susu dibalas air tuba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan maafkanlah kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring proses, ada rasa tidak tega jika melihat foto-foto tersebut muncul hanya sekedar dokumentasi acak. Akhirnya dengan ditambah beberapa sentuhan dijital lainnya, muncullah suatu bentuk kampanye seni rupa '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;art&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; is &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;fun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, find &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;art&lt;/span&gt;' (&lt;span style="font-size:85%;"&gt;perhatikan tulisan-tulisan tersembunyi pada sebagian besar foto&lt;/span&gt;). Kira-kira, setidaknya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan '&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;find &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 153, 0);"&gt;art&lt;/span&gt;'  sebenarnya plesetan dari kata '&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Fine_art"&gt;fine art&lt;/a&gt;', yang kalau dalam bahasa Indonesia berarti &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;seni murni&lt;/span&gt;. Hmm, jadi agak aneh kalo mikir percakapan:&lt;br /&gt;"Hi! how are you."&lt;br /&gt;"I'm&lt;span style="font-style: italic;"&gt; fine&lt;/span&gt; thank you."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan berarti gue lagi melacur sebagai desainer, bukan. Lagian kaya lirik lagunya Titik Puspa yang di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;cover&lt;/span&gt; Peter Pan, Kupu-kupu Malam: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dosakah yang dia kerjakan, sucikah mereka (client) yang datang&lt;/span&gt;". Well, I'm not sure if some client are clean, and apparently they not come for cleansing. Untungnya karya ini dibuat bukan karena alasan klien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, dank u!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: arial;"&gt;Special thanks buat Tommy A.P atas tambahan foto-foto di pameran Ideocrazy.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-8822200838369028143?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/8822200838369028143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/02/jurnal-senirupa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/8822200838369028143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/8822200838369028143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/02/jurnal-senirupa.html' title='Jurnal Senirupa...'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-2389193244820109659</id><published>2009-01-26T20:36:00.005+07:00</published><updated>2009-01-26T21:55:57.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia maya'/><title type='text'>Keajaiban (keanehan) fesbuk II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX3Mlw62JII/AAAAAAAAACA/LQFG1iGglrU/s1600-h/Scrshoot-yang-beberapa-udah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 29px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX3Mlw62JII/AAAAAAAAACA/LQFG1iGglrU/s400/Scrshoot-yang-beberapa-udah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295613686016517250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membuka-buka internet lagi. Mencari referensi. Nah loh, apa tuh. Angka satu di balon merah pada pojok kanan bawah. Ha. Calon ngaco nih halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi males nulis. Kenapa ya? Mungkin karena di luar sedang hujan. Eh, Beruang kan berhibernasi lho kalo musim dingin. Jadi karena gue juga mau beruang, gue sewajarnya harus berhibernasi di musim hujan. Hmm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-2389193244820109659?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/2389193244820109659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/keajaiban-keanehan-fesbuk-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2389193244820109659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/2389193244820109659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/keajaiban-keanehan-fesbuk-ii.html' title='Keajaiban (keanehan) fesbuk II'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX3Mlw62JII/AAAAAAAAACA/LQFG1iGglrU/s72-c/Scrshoot-yang-beberapa-udah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-1059668105350794032</id><published>2009-01-26T03:07:00.011+07:00</published><updated>2009-01-26T20:07:33.491+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia maya'/><title type='text'>Keajaiban (keanehan) fesbuk I</title><content type='html'>Setelah kesekian kalinya mengutak-atik fesbuk akhirnya gue ngerti kenapa jaringan pertemanan di dunia ini mengalahkan frenster, atau multiplai . Yah, masalah orang-orang umay kita kesampingkan lah. Rahasianya adalah sistem tabulator (tab) yang bikin pemuatan konten di web ini lebih cepat daripada web kebanyakan. Dibilang minimal nggak juga, tapi efisien iya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan warna dasar biru putih yang khas kayaknya juga ngaruh. Nggak akan bikin orang jadi ngoyo atau gimana. Lucunya, warna dasar yang sampe sekarang blom bisa dikostumisasi secara personal ini membuat fesbuk terasa lebih segar bin elegan buat kebanyakan orang. Lebih dari sekali gue denger anekdot yang berbunyi "Ya kalo buat kita yang udah gede mah pake fesbuk aja, frenster udah aja buat bocah-bocah yang lagi belajar gaul pake html." Lha?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asiknya lagi, ada sistem notification pada setiap tab atau jendela fesbuk. Jadi tiap ada yang ngasih konten baru yang punya hubungan sama kita, statusnya bakalan muncul di notification itu. Misalnya gue ngasih komentar di foto temen, temen yang punya foto itu bakal dapat pemberitahuan. Dan kalo habis itu dia nulis komentar di foto yang sama, gue juga bakalan dikasih tau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yah, semua orang yang make fesbuk mah nggak akan heran sama hal ini. Tapi, banyak yang nggak sadar kalo hal ini sering dimanfaatkan sebagai ajang nyampah (dasar umay!). Sistem quick reload pada notification tab ini juga bisa berdampak panjang pada tali persahabatan anda. Haha. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2BJbBr23I/AAAAAAAAABQ/1gyoVNdThek/s1600-h/FBcropped.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 63px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2BJbBr23I/AAAAAAAAABQ/1gyoVNdThek/s400/FBcropped.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295530735731202930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bayangkan anda dan teman anda sedang lula, namun posisi sejauh dari batukaras ke rancaekek. Di masa lula itu secara sengaja anda menulis komentar di status teman anda, yang dibalas cepat oleh teman anda segera setelah ia menerima pemberitahuan. Premisnya, anda dan dia adalah teman bebuyutan yang tidak tahu tempat untuk bercanda serta tidak paham bagaimana cara kerja logika.&lt;img src="file:///H:/FBcropped.jpg" alt="" /&gt; Misalnya, klik contoh di kanan ini:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tulisan ini nggak dimaksudkan buat menghina atau memuji salah satu penyedia layanan yang bersangkutan lho, tapi cuma review. Karena toh gue nggak dapet royalti apa-apa dari nulis ini. Tapi seandainya tetap merasa terhina, silahkan anda yang bersangkutan periksa ke diri sendiri, apa anda pantas merasa terhina ataukah anda sendiri yang terlalu banyak dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, walaupun gue juga tau ini kata yang aneh untuk menutup tulisan, Gong Xi Fat Choi! Dan khusus buat alumni Gonzaga dan FSRD-ITB, Gong Xi Fat Cuiy!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-1059668105350794032?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/1059668105350794032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/keajaiban-keanehan-fesbuk-i.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1059668105350794032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/1059668105350794032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/keajaiban-keanehan-fesbuk-i.html' title='Keajaiban (keanehan) fesbuk I'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2BJbBr23I/AAAAAAAAABQ/1gyoVNdThek/s72-c/FBcropped.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-9174405399135723139</id><published>2009-01-25T23:20:00.007+07:00</published><updated>2009-01-26T02:01:51.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='review film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='seni rupa'/><title type='text'>It needs a clover and a bee to make a great prairie</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SXyxexswyrI/AAAAAAAAAAo/t4ZRGFrxLqQ/s1600-h/B0014Z4ONY.01.LZZZZZZZ.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 247px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SXyxexswyrI/AAAAAAAAAAo/t4ZRGFrxLqQ/s320/B0014Z4ONY.01.LZZZZZZZ.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295302404176136882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menonton film Hachimitsu to Kuroba (Honey and Clover) untuk kedua kalinya. Hehe. Selalu ada detil menarik untuk dilihat kembali. Tempo yang lambat di awal ternyata cukup menyebalkan, mengingat kandungan ceritanya sebenarnya menarik. Bisa dibilang first impression dari film ini menjemukan. Bleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesampingkan tata cara penulisan review gue yang nggak baik dan nggak benar, lalu mari kita mulai menuangkan kecap ke wajan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkat dari manga berjudul sama yang katanya laris di pasaran Jepang sana (heran, kok bisa laris sih? padahal berbau seni) karangan Chika Umino. Bercerita tentang kehidupan 4 mahasiswa senirupa dan 1 arsitektur yang sedang melewatkan masa-masa muda bahagia. Kalau dibaca secara terbalik boleh juga. Cerita tentang beberapa mahasiswa seni rupa yang menjalani masa mudanya dengan segala gaya khas seni rupa. Itu belum termasuk keunikan tiap tokohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan tidak ada hal yang hiperbol di film ini. Anehnya mulai dari menit ke tigapuluh, ada saja rangsangan yang menarik sudut bibir ke arah atas. Scene yang gue maksud adalah saat tokoh bernama Hagumi, membuka matanya dan bangun dengan headphone terpasang di kepala dan mulai membentangkan kanvas. Mulai dari titik ini hilang sudah perasaan bosan. Mata juga terus asik mengalir mengikuti detil studio-studio yang terdapat di film ini. Sayang studio seni grafis nggak ada. Sial!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya barusan gue udah bilang (baca: tulis), &lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);font-size:78%;" &gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;(eh keren nih!)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kalo film ini nggak hiperbol. Oke, emang, tapi bukan berarti film ini hambar atau gimana. Pertama-tama gue nggak akan bilang film ini ngasih efek yang sama ke anak di luar ruang lingkup seni rupa, nggak bermaksud mengkotak-kotakkan, tapi ada beberapa detil yang hanya bisa berdampak pada mereka yang mendalami dunia seni. Misalnya saat tokoh Morishita dan Hagumi membuat lukisan di halaman studio. Dan kalau ditanya apa efeknya buat gue, Jun, dan Wing, seperti juga pada Bhiema dan Sapi; jawabanya adalah satu kata ambigu: "Anying!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal yang lembek, eskalasi yang tidak disangka-sangka, klimaks yang oke, rasanya kurang lengkap kalau tanpa ending yang nyaman. Ahoy! Yak, film ini punya ending yang cukup nyaman dan meyakinkan, walaupun (yah) agak nggantung. Tapi ya udah lah nyantai aja, toh kita nggak nonton sambil mabuk bukan? Endingnya sama sekali tidak menutup cerita, hanya memberikan kesimpulan sementara. Tapi toh dari awal film alurnya tidak rusuh (hanya sedikit menggemaskan), jadi rasanya enteng aja menerima keseluruhan film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya film ini inspiratif, dan sebaiknya ditonton.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-9174405399135723139?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/9174405399135723139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/it-needs-clover-and-bee-to-make-great.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/9174405399135723139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/9174405399135723139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/it-needs-clover-and-bee-to-make-great.html' title='It needs a clover and a bee to make a great prairie'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SXyxexswyrI/AAAAAAAAAAo/t4ZRGFrxLqQ/s72-c/B0014Z4ONY.01.LZZZZZZZ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-3973133923154820911</id><published>2009-01-24T22:43:00.004+07:00</published><updated>2009-01-26T14:54:14.230+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kerjaan malam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='nggak nyambung'/><title type='text'>Tipuan mata</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada yang salah dengan saya? eh salah, gue. Nah, itu kesalahan pertama. kesalahan berikutnya bisa jadi ada pada postingan ini. Kenapa? Nggak kenapa-napa juga sebenernya. Tapi karena gue orang yang suka cari-cari masalah, akibatnya ya gini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh jam 2:32am tadi, gue nyari makan ke Warung Bapak Gisin di depan kampus. Permasalahannya adalah nama penjual warung itu bukan Gisin, melainkan Charmin (baca dengan bahasa Indonesia berlogat Jawa). Tapi itu tidak menjadi masalah, karena kalau kita menghina-hina Pak Gisin di warung itu, tidak ada yang marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue pesen nasi goreng pedes (bukan pedas) satu setengah porsi, ya satu setengah, soalnya porsi Pak Gisin pelit. Jun pesen capcay pake telor, Molen pesen ayam goreng nggak pake lama, Wing minta mie goreng walaupun nantinya dia harus membayar juga. Berhubung Pak Gisin yang mengaku-ngaku bernama Pak Charmin itu sudah cukup berumur, maka kami tinggal dia di warungnya untuk memasak. Sedangkan kami yang masih muda pergi ke CK. Itu bukan berarti kami sombong, tapi Pak Gisin memang harus bekerja demi menafkahi keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di CK kami disambut dingin. Bandung terasa masih dingin diguyur hujan yang sekarang menjadi irit, tapi kios waralaba itu masih saja memasang AC. Mungkin bukan karena pemiliknya tolol, tapi biar sapaan selamat malam dari dua pegawainya malam itu terasa hangat. Sayang kedua pegawai itu laki-laki, dan tidak ada yang mengaku homo di antara kami berempat, maaf saja kalau kami acuh tak acuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beres urusan kami di CK, kami kembali menuju warung si Bapak tanpa identitas yang jelas itu. Kami tidak menemukan masalah saat menyebrang jalan, mungkin karena kami sudah dewasa dan bisa menjaga diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dasar orang Indonesia, nyebrang bukan di sebra kros." Kata gue sambil tetap menyebrang. "Coba di Jepang. Huh!" Perjalanan berlanjut. "Ini lagi, bocah dugem! Bukan tempat parkir malah parkir! Itu lagi! Bukan tukang parkir sok-sok ngasih tempat parkir!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Haha." Wing membalas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi cewek itu aneh ya?" Kata gue tanpa bermaksud nanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa?" Wing mencari tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan musim panas pake hot pants malam pula."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmm."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendekati belokan Jalan Ganeca. "Aduh!" Mobil sialan berlampu xenon tiba-tiba melintas. Bukan karena cahayanya mendukung proses global warming yang berdampak pada berkurangnya populasi pinguin di antartika. Tapi karena cahayanya membuat bayangan tajam yang menghalangi pandangan di troroar berlumpur itu hingga gue nggak nyadar kalau ada kubangan air di sana. "Sialan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecil kemungkinan adanya kubangan di trotoar itu diakibatkan oleh kelalaian Dada Rosada yang terlalu asik membangun proyek kapitalis ini-itu. Tapi bisa jadi hutan Babakan Siliwangi yang semakin sedikit jumlah tumbuhannya mengakibatkan air yang gagal diresap tumbuhan menjadi tergenang di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya setelah menunggu beberapa sesaat kemudian, kami kembali dengan membawa makanan di kantong plastik untuk dimakan di kampus. Menggunakan kantong plastik bukan berarti kami menyatakan perang kepada anak-anak Planologi yang terkenal dengan kampanye &lt;span style="font-style: italic;"&gt;anti plastic-bag &lt;/span&gt;mereka. Justru seharusnya mereka yang lebih baik mengumumkan perang terlebih dahulu kepada kami, berhubung kami iseng-iseng mengganggu mereka sewaktu acara wisudaan Oktober kemarin. Penyebabnya bukan karena mereka jelek, tapi karena kami memang anak-anak nakal. Cukup nakal mungkin untuk bilang mereka jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke cerita berakhir di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata anda sudah merasa tertipu? Kalau iya, coba periksakan diri anda ke psikolog. Bisa jadi jiwa anda sedang terguncang. Kalau anda bingung, bisa dipastikan anda bukan mahasiswa seni rupa tingkat akhir dan anda masih waras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-3973133923154820911?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/3973133923154820911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/tipuan-mata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/3973133923154820911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/3973133923154820911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/tipuan-mata.html' title='Tipuan mata'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3787439496461022788.post-3613235138913638687</id><published>2009-01-24T16:25:00.005+07:00</published><updated>2009-01-25T03:12:03.250+07:00</updated><title type='text'>Just wanna say hello to my first page</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernyataan yang berbentuk pertanyaan pertama: kenapa pindah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena gue pikir kalo harus buka-buka frenster dulu sebelum nulis blog, jatohnya bakalan lama. Lagian gak semua bocah punya frenster kan. Blom termasuk mereka yang intim sama fesbuk atau multiplai. Intinya makin banyak yang baca semakin bikin asik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya oke, selamat tinggal untuk former blog gue yang menyimpan banyak masalah itu. Dan selamat datang pada masalah baru di depan. Haha. Ya oke lagi, gue nggak akan janji blog ini bakal dipenuhi sama kebodoran yang sama, malah gue pikir bakal berkembang jadi sedikit lebih sarkas. Haha. Seperti remaja labil pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Postingan pertama ini ditulis di kantor galeri, sambil represing dikit selagi gue masih melanjutkan seri karya drawing gue yang paling baru. Ayeah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kenapa pindah? Ya karena frenster entah kenapa kok tiba-tiba jadi lemot melulu, lagian makin banyak orang umay di frenster. Hiii, geli-geli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jangan banyak komentar dulu lah, soalnya leyaut dan segala macem visual di blog ini juga blom rampung juga. Jujur mah, gara-garanya gue bingung baca menu setingannya. Padahal kata bocah-bocah, ni blog katanya lebih gampang disusun, serta hasil editannya lebih ahoy gitu. Maaf deh ya kalo gue gaptek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya bantuin dong!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3787439496461022788-3613235138913638687?l=koxisblog.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://koxisblog.blogspot.com/feeds/3613235138913638687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/just-wanna-say-hello-to-my-first-page.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/3613235138913638687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3787439496461022788/posts/default/3613235138913638687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://koxisblog.blogspot.com/2009/01/just-wanna-say-hello-to-my-first-page.html' title='Just wanna say hello to my first page'/><author><name>Koxis Verserken</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_gtZWcus7hzI/SX2Y7pAJgHI/AAAAAAAAABY/QW5REZgrwe8/S220/gabagaba.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
